Indonesia Protes Singapura Terkait Iklan Daring Pekerja Rumah Tangga

Indonesia Protes Singapura Terkait Iklan Daring Pekerja Rumah Tangga
Indonesia Protes Singapura Terkait Iklan Daring Pekerja Rumah Tangga
106 Pemirsa

Direktur Penempatan Tenaga Kerja Luar Negeri Kementerian Ketenagakerjaan Soes Hindharno menegasksan, Pemerintah Indonesia sudah melayangkan surat protes ke Pemerintah Singapura mengenai kegiatan situs Carousell Singapura, yang menayangkan iklan jual-beli jasa pembantu rumah tangga asal Indonesia.

“Kemenaker melalui Atase Ketenagakerjaan pada KBRI Singapura telah melayangkan surat protes ke Pemeritah Singapura untuk menindaklajuti hal tersebut,” tegasnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (18/9).

Menurutnya, penghapusan iklan tersebut tidak serta merta menyelesaikan perkara. Hindharno menyatakan perlu adanya tindakan tegas dari pemerintah Singapura supaya tindakan serupa tidak berulang di kemudian hari.

“Kemenaker merasa tidak cukup, dengan ditutupnya atau dihentikannya iklan tersebut tidak lantas kasus dianggap sudah selesai. Tetap harus ada tindakan tegas terhadap pelaku iklan itu,” ujar dia.

Menyusul adanya iklan penyediaan pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia di situs e-niaga Singapura, Ketua DPR Bambang Soesatyo mengatakan, harus ada kepastian terhadap perlindungan warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi pekerjaan migran.

BAmsoet meminta Polri untuk menggandeng Interpol dalam mengungkap kasus tenaga kerja Indonesia (TKI).

“Meminta Kepolisian RI bekerja sama dengan Interpol mengungkap latar belakang pembuatan iklan tersebut,” ujar pria yang akrab disapa Bamsoet itu melalui pesan singkat, Senin (17/9/2018).

Selain itu, ia juga meminta Direktorat Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, BNP2TKI, serta Migrant Care harus ikut berperan serta menuntut tindakan hukum terhadap pelaku yang telah mengeksploitasi pekerja migran Indonesia.

Pemerintah, sambungnya, juga harus menggunakan jalur diplomasi dalam menyelesaikan persoalan tersebut. Di mana, Duta Besar Singapura yang ada di Indonesia harus menjelaskan pula mengenai iklan penyedia PRT tersebut.

“Karena iklannya merendahkan martabat manusia dan bertentangan dengan Pasal 20 Undang-Undang Nomor 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia. Kami mendukung sikap Indonesia melakukan protes dengan mengirimkan nota diplomatik ke Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Singapura,” tuturnya.

Sebelumnya siaran surat kabar penawaran jasa pekerja rumah tangga itu diunggah pengguna bernama @maid.recruitment dan disertai gambar wajah calon pembantu rumah tangga, yang diduga berasal dari Indonesia.

Melalui pernyataan di Facebook, kementerian Tenaga Kerja Singapura menyatakan bahwa pihaknya menyadari adanya kasus sejumlah pekerja rumah tangga dari luar negeri dipasarkan secara tidak patut.

“Kami tengah menyelidiki kasus ini, dan telah mengatur agar penawaran ini dicabut,” kata Kemenaker Singapura.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here