Ini Tujuan Pemerintahan Jokowi-Jk Fokus Bangun Infrastruktur di 2015-2018

124 Pemirsa

Bidikdata – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan mengurangi kesenjangan pembangunan antar wilayah.

Hal itu terlihat dari dua fokus utama Pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla, yakni pembangunan infrastruktur dan sumber daya manusia Indonesia.

Hal ini bertujuan untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pemerataan pembangunan, dan memacu pertumbuhan ekonomi.

Strategi kebijakan pembangunan yang berpihak kepada pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan akan terus dipacu, guna lebih meningkatkan daya saing menuju kemakmuran yang berkeadilan.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, menyampaikan, pada tahun pertama hingga keempat (2015-2018), titik berat pada pembangunan infrastruktur.

Tahun kelima dan selanjutnya fokus pada pembangunan SDM yang perencanaan programnya sudah dilakukan tahun ini.

“Untuk meningkatkan konektivitas, Pemerintahan Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla (2015-2019), Insya Allah, akan menyelesaikan pembangunan jalan tol baru sepanjang 1.852 km. Sebelumnya, kita hanya memiliki 870 km jalan tol yang dibangun sejak Tol Jagorawi hingga akhir 2014,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta,

Dalam konteks nasional, tantangan pembangunan infrastruktur di Indonesia sangat besar, mengingat jumlah pulau yang lebih dari 17.500 pulau, luas wilayah daratan dan lautan sekitar 5,2 juta kilometer persegi, jumlah penduduk saat ini lebih dari 250 juta jiwa, serta pertumbuhan populasi dan ekonomi relatif tinggi, sehingga kebutuhan pembangunan infrastruktur ke depan akan terus meningkat.

‘Regional Growth Strategy’ yang menjadikan wilayah perbatasan sebagai epicentrum pembangunan melalui pembangunan infrastruktur dan menjadikannya sebagai beranda terdepan terus dipacu pembangunannya, pada tahun 2017 ini, dialokasian 17,8383 Triliun untuk wilayah perbatasan, guna mengatasi kesenjangan antar wilayah di Indonesia.

Pembangunan di wilayah Perbatasan fokus pada pembangunan infrastruktur ekonomi seperti akses jalan, pasar tradisional dan infrastruktur pendukung lainnya.

Fokus daerah perbatasan bagaimana meningkatkan perekonomian di daerah perbatasan dan mengungguli dengan negara tetangga.

Disisi lain pembangunan infrastrukur di luar Pulau Jawa terus ditingkatkan, sebagamana Pembangunan jalan Trans Papua sepanjang 4.330,07 kilometer (km).

Jalan Trans Papua merupakan proyek yang sudah lama dijalankan, namun baru gencar dilakukan pengerjaannya dalam 2 tahun terakhir, saat ini jalan Trans Papua telah tersambung sepanjang 3.851,93 km.

Demikian pula dengan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang terus dipacu percepatannya, sebagai jaringan jalan tol sepanjang 2.700 km yang menghubungkan kota-kota di pulau Sumatera, dari Aceh hingga Lampung.

Jalan Tol ini dirancang berupa 15 ruas utama dan 9 ruas pendukung, mulai dari Banda Aceh-Medan hingga Bakaheuni-Terbanggi-Besar.

Disisi pembangunan insfrastuktur laut, Porgram Tol Laut yang telah dicanangkan 2014 terus diikuti dengan dukungan pembangunan infrastruktur, khususnya kawasan Indonesia Timur, guna melancarkan konektivitas antar pulau, sebagai konsekuensi Indonesia sebagai negara kepulauan dengan 17 ribu pulau, sehingga disparitas harga dapat ditekan dan pertumbuhan ekonomi lokal dapat menggeliat sekaligus membangun kemandirian ekonomi serta memastikan bergeraknya sektor-sektor produktif.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here