Islam Berkembang Pesat di Rusia, Peluang Indonesia Kerja Sama

0
122

Bidikdata – Ketua Dewan Mufti Rusia yang juga sebagai Ketua Majelis Muslim Federasi Rusia Ravil Gaynutdin mengemukakan bahwa di Rusia telah dibuka sejumlah masjid, tidak hanya di Solnechnogorsk, tetapi juga di Kostroma, Arhangelsk dan berbagai wilayah lainnya.

Ravil mengapresiasi kehadiran para Duta Besar negara sahabat, termasuk Indonesia dalam acara peresmian masjid di Solnechnogorsk ini. Masjid ini berada di salah satu kota satelit, wilayah Moskow Region, Rusia, sekitar 75 km dari pusat kota Moskow.

Duta Besar RI untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus, M Wahid Supriyadi menghadiri peresmian masjid ‘Nurullah’ di Solnechnogorsk, Moskow, Rusia, Minggu (17/6/2018). Wahid berharap, dengan peresmian mesjid tersebut hubungan RI dengan Rusia semakin erat.

“Di sini ada duta besar Indonesia. Anda tahu bahwa Indonesia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di dunia,” kata Ravil Gaynutdin dalam keterangan tertulis yang disampaikan KBRI Moskow, Senin (18/6/18).

Dubes Wahid menyambut baik peresmian masjid yang menunjukan berkembangnya Islam di Rusia. Wahid mengaku telah mengunjungi 20 propinsi atau wilayah bagian selama lebih dari dua tahun bertugas di Rusia dan selalu menyempatkan diri mengunjungi masjid setempat.

Apalagi Indonesia dan Rusia memiliki kesamaan sebagai negara multietnis, multibudaya dan multiagama, dan kedua negara sama-sama mempromosikan nilai-nilai toleransi. Seperti diketahui di Rusia terdapat sekitar 180 suku bangsa dan di Indonesia sekitar 700-an.

Pembangunan masjid Nurullah di kota satelit Solnechnogorsk tersebut merupakan masjid ke delapan di Moskow Region yang memiliki luas sekitar 400 meter persegi dan dapat menampung 450 jemaah.

Sementara itu, di seluruh Rusia sendiri terdapat sekitar 8500 masjid. Di Moskow Region tinggal lebih dari 110 ribu umat muslim. Salat Idul Fitri beberapa waktu lalu dilakukan di 39 tempat di Moskow Region, termasuk di masjid Nurullah, Solnechnogorsk.

Wahid menuturkan, sejak kunjungan Presiden Joko Widodo ke Rusia pada Mei 2016 lalu, hubungan kedua negara semakin berkembang, namun perlu terus ditingkatkan lebih jauh lagi, khususnya kerja sama antar masyarakat muslim, termasuk di kalangan pengusaha muslim.

Menurutnya, Rusia merupakan negara berpenduduk muslim terbesar di Eropa yang jumlahnya sekitar 25 juta orang. Oleh karena itu terdapat potensi kerja sama, termasuk di bidang ekonomi, perdagangan dan pariwisata berbasis Islam. Indonesia dan Rusia telah menjalin kerja sama di bidang pendidikan Islam.

Disi lain, sejumlah mahasiswa muslim Rusia telah belajar di perguruan tinggi Islam di Indonesia, melalui beasiswa dari Kementerian Agama RI. Di antara mahasiswa yang lulus tersebut terdapat yang menjadi imam, pengajar di perguruan tinggi Islam atau bekerja di lembaga majelis muslim di Rusia.

Beberapa di antaranya seperti Miratullo, lulusan Universitas Islam Negeri Malang yang memiliki usaha restoran Indonesia di Kazan, Republik Tatartsan. Artur Gubaydullin, lulusan Universitas Islam Negeri Jakarta yang saat ini bekerja di Dewan Mufti Rusia.

Lebih lanjut, Wahid menyampaikan rencana penyelenggaraan bisnis forum para pengusaha muslim Indonesia-Rusia pada Mei tahun depan dalam rangka Kazan Summit di Kazan, Republik Tatarstan. KBRI Moskow akan bekerjasama dengan International Association of International Association of Islamic Business (IAIB), Rusia untuk meralisasikan rencana tersebut.

Selain itu, Wahid mengundang para pengusaha muslim Rusia untuk menghadiri Forum Bisnis Rusia-Indonesia tanggal 2 Agustus 2018 di Moskow dan Trade Expo Indonesia di BSD City, Indonesia tanggal 24-28 Oktober 2018. Wahid juga mengundang masyarakat muslim untuk menghadiri Festival Indonesia ketiga di Taman Krasnaya Presnya, Moskow tanggal 3-5 Agustus 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here