JK Berharap Situasi Politik Kondusif untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

JK Berharap Situasi Politik Kondusif untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi
147 Pemirsa

Situasi politik Indonesia sepanjang tahun 2017 ini masih dalam kondisi yang stabil. Meski sempat diwarnai berbagai ketegangan seperti eksploitasi isu SARA dan sentimen agama dalam Pilkada DKI kemarin.

“Secara politik sebenarnya kita aman-aman saja. Selalu orang mengatakan Pilkada Jakarta itu hangat, biasa saja, tidak terjadi apa-apa kan,” kata Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (27/12/17).

Fenomena politik Nasional pada tahun ini menurut JK menunjukkan perbedaan ideologi antar partai politik tidak menjadi hal yang sangat kontras.

“Ya, perbedaan pandangan sebenernya antar partai tidak jelas lagi dia punya paham ideologinya, apakah partai agama, partai nasional, hampir semua sama. Enggak lagi ada perbedaan antara, katakanlah PAN, PPP dengan Golkar atau Gerindra, enggak lagi mempertentangkan ideologi,” jelas JK.

JK menegaskan, sebentar lagi akan memasuki tahun politik 2018, JK tak menampik isu SARA masih akan dimainkan. Namun ia mengingatkan bahwa sudah ada batasan dan aturan yang ditetapkan mengenai kampanye negatif dan kampanye hitam yang melibatkan SARA.

Isu SARA lanjut JK menambahkan dapat terjadi di mana saja. Apa saja bisa dipertentangkan karena sekarang orang kampanye tidak lagi di tempat lapangan terbuka umum, tapi lewat dunia maya, Medsos (media sosial).

Masyarakat pun diimbau agar lebih bijak dalam menghadapi pemanfaatan isu SARA pada Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 karena hal tersebut dapat memberikan dampak negatif secara multisektor pada pembangunan bangsa.

Oleh karena itu dirinya berharap situasi politik tahun depan lebih kondusif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

“Kita harapkan aman-aman saja, di mana situasi politik mendukung pertumbuhan ekonomi kita, mendukung keamanan,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here