Jokowi dan Wagub Sumbar Tegaskan Kisruh Wamena Bukan Konflik Etnis

Jokowi dan Wagub Sumbar Tegaskan Kisruh Wamena Bukan Konflik Etnis
Jokowi dan Wagub Sumbar Tegaskan Kisruh Wamena Bukan Konflik Etnis
420 Pemirsa

Presiden Joko Widodo menegaskan kerusuhan di Wamena tidak dikaitkan dengan sentimen antar-etnis. Jokowi menyebut kerusuhan disebabkan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB).

“Jangan ada yang geser ini menjadi sebuah konflik etnis. Ini adalah KKB turun ke gunung dan melakukan pembakaran-pembakaran rumah warga dan juga kepala suku di Wamena ajak warga juga tidak mengungsi ke luar Wamena dan polisi tangkap beberapa tersangka pembakaran dan pembunuhan di Wamena,” kata Jokowi kepada wartawan di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019).

Sebelumnya Jokowi mengucapkan dukacita atas meninggalnya 33 orang akibat rusuh di Wamena, Papua. Jokowi pada kesempatan itu menyampaikan komitmen aparat keamanan siap melindungi warga.

Sementara, Wakil Gubernur Sumatra Barat, Nasrul Abit, menyesalkan kerusuhan di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang menyebabkan 33 orang meninggal, sembilan di antaranya merupakan perantau asal Minang.

Namun, senada dengan Presiden Jokowi dia menegaskan tidak ada konflik etnis dalam kerusuhan itu.

“Ini bukanlah konflik etnik. Hindari provokasi, jangan terprovokasi. Jangan sebar informasi yang menimbulkan konflik,” tegas Nasrul di Padang, Sumbar, kemarin.

Untuk mencari kebenaran sekaligus memastikan kondisi perantau Minang di sana, Nasrul langsung terbang ke Papua. Dia mengadakan pertemuan dengan sejumlah Forum Pimpinan Daerah (Forkompida) Papua hingga menyambangi posko pengungsian di Sentani dan di Kodim 1702/Jayawijaya.

“Banyak pengungsi dari berbagai daerah. Kita doakan situasi kembali normal. Semoga aparat keamanan bisa mengatasi persoalan ini,” katanya.

Terkait kerusuhan di Wamena, polisi sudah menetapkan 5 orang tersangka. Para tersangka kebanyakan berasal dari luar Wamena.

“Dari hasil pemeriksaan 5 tersangka yang sudah ditetapkan oleh Polres Wamena, pelakunya sebagian besar bukan pelaku dari Wamena sendiri, tapi juga berbaur dengan pelaku dari luar Wamena,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Senin (30/9).

Saat ini situasi di Wamena mulai kondusif. Meski demikian, aktivitas masyarakat dan roda perekonomian masih sepi. Komandan Kodim 1702/Wamena, Letkol Inf Chandra Dianto, mengatakan pihaknya bersama kepolisian terus memonitor guna memberikan rasa aman bagi warga.

Untuk itu semua masyarakat diharapkan tetap menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi isu konflik etnis akibat 33 korban meninggal dunia yang sebagian perantau karena pelaku dan penyebab kerusuhan yang sesungguhnya adalah KKB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here