Jokowi: Kampus Jangan Sebarkan Paham Anti-Pancasila

0
221
Di Forum Konfrensi Rektor, Jokowi Minta Kampus Jangan Sebarkan Paham Anti-Pancasila

Saat ini infiltrasi ideologi tengah masuk untuk menggantikan Pancasila, bahkan berpotensi memecah belah bangsa. Caranya pun beragam, halus, lembut, dengan pendekatan yang akrab, dan sering menyentuh hati. Adapula dengan dakwah agama yang absurd.

Penyebaran inipun kerap menyasar pada dunia pendidikan, terutama kampus-kampus sangat rentan dengan masuknya infiltrasi tersebut. Sebab, perguruan tinggi adalah sumber pengetahuan dan pencerahan sehingga akan sangat berbahaya kalau dimanfaatkan oleh segelintir pihak sebagai medan infiltrasi ideologi.

Mengantisipasi kekhawatiran itu, Presiden Joko Widodo mengingatkan kepada pimpinan perguruan tinggi se-Indonesia untuk menjaga institusi pendidikan jangan sampai dijadikan penyebaran paham radikalisme oleh segelintir pihak.

“Jangan sampai kampus-kampus menjadi lahan penyebaran ideologi anti-Pancasila, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika,” kata Jokowi saat penutupan Pertemuan Pimpinan Perguruan Tinggi se-Indonesia di Peninsula Island, Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali pada Selasa (26/9/17).

Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, Jokowi mengatakan, bahwa tak bisa dipungkiri telah membawa bangsa ini menuju era keterbukaan. Namun, tanpa disadari keterbukaan itu dapat memberikan celah bagi upaya-upaya infiltrasi ideologi.

Oleh karena itu, Mantan Wali Kota Solo ini berpesan kepada seluruh masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap upaya-upaya yang bisa memecah belah bangsa.

“Apabila kita semua masih cinta Indonesia, kita harus menghentikan infiltrasi ideologi, radikalisme, dan terorisme di perguruan tinggi seluruh Indonesia agar rasa persatuan dan persaudaraan semakin kuat,” katanya.

Presiden juga mengimbau, agar jangan sampai hasil kerja keras untuk anak cucu kita hancur karena terorisme dan radikalisme sehingga bangsa kita jadi bangsa yang mundur.

“Tanamkan bahwa kebhinnekaan adalah sumber kekuatan bangsa Indonesia dan betapa kita ini sangat beragam. Negara ini kokoh menjadi satu dengan dasar Pancasila. Dengan bekerja bersama, marilah kita rawat NKRI. Perkuat Pancasila, tolak radikalisme dan terorisme,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here