Jokowi: Siapkan Generasi Muda Produktif, jangan Tebar Fitnah di Medsos

Presiden RI Joko Widodo
127 Pemirsa

Malang – Dengan perkembangan teknologi yang kian canggih saat ini, harusnya bangsa Indonesia semakin dewasa dan maju dalam menerima segala bentuk informasi baik yang tersaji secara nyata ditengah masyarakat, maupun di dunia maya (internet), bukan malah saling bergesekan di media sosial sampai memecah belah persatuan.

Hal itupun tak lepas dari para pengguna jejaring sosial dalam memenuhi kebutuhan informasi dan perkembangannya.

Tapi belakangan justru media sosial acapkali dimanfaatkan sebagai alat untuk saling menghujat, dan menebar kebencian di masyarakat. Hal inilah yang harus dicegah agar kita sebagai warga negara tidak juga kebablasan dalam menggunakannya.

Banyaknya berita fitnah (HOAX) belakangan ini menjadi perhatian serius Presiden Joko Widodo. Presiden menilai, saling menghujat dan menebar fitnah melalui berita yang tidak memiliki kebenaran atau hoax di media sosial bisa membuat Indonesia menjadi tidak produktif sebagai sebuah bangsa.

“Saling menyalahkan, memfitnah, membuat berita-berita hoax di media sosial itu tidak memiliki kontribusi pada negara ini,” tegas Jokowi saat meresmikan SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (3/6) kemarin.

Justeru kata Jokowi, seharusnya generasi bangsa ini lebih dipersiapkan kepada dunia kompetisi (persaingan). Jokowi menjelaskan, Indonesia memiliki bonus demografi hingga 2030. Oleh karena itu tingginya jumlah angkatan kerja Indonesia harus disalurkan ke arah yang positif.

Sekolah menurut Jokowi memegang peranan penting dalam pembentukan karakter anak muda Indonesia. Oleh karena itu para pengajar diminta untuk membina murid-muridnya menjadi generasi muda yang produktif.

Ini harus menjadi catatan bagi para pendidik di sekolah sekolah untuk membina siswa-siswi Indonesia menjadi generasi yang produktif, bukan hanya di bidang akademik, tetapi juga sikap dan karakter kebangsaan.

“Betul-betul siapkan mereka dari awal untuk dunia nyata, dunia kompetisi, persaingan. Siapkan mereka dari awal agar memiliki cita-cita untuk membangun negeri ini saat mereka dewasa,” katanya.

Selain itu, saat menghadiri Kajian Ramadhan PW Muhammadiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Malang, Jokowi juga menyampaikan hal yang tidak jauh berbeda. Ia menyinggung banyaknya ujaran kebencian dan saling menghujat yang membahayakan terhadap keutuhan bangsa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here