Jokowi Tegaskan Kartu Prakerja Bukan untuk Menggaji Pengangguran

Jokowi Tegaskan Kartu Prakerja Bukan untuk Menggaji Pengangguran
Jokowi Tegaskan Kartu Prakerja Bukan untuk Menggaji Pengangguran
77 Pemirsa

Presiden Joko Widodo kembali menegaskan bahwa program Kartu Prakerja yang dikampanyekan saat Pilpres kemarin bukan untuk menggaji para pengangguran.

Jokowi mengatakan hal itu lantaran masih banyak masyarakat yang beranggapan demikian.

“Ini penting saya sampaikan, karena seolah-olah pemerintah akan menggaji (pengangguran). Tidak. Itu keliru,” tegasnya saat membuka rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Namun demikian, Jokowi mengatakan, bahwa Kartu Prakerja bertujuan memberikan dana pelatihan atau vokasi. Hal ini untuk mempersiapkan angkatan kerja supaya bisa terserap oleh industri.

Selain itu, Jokowi ingin Kartu Prakerja dapat membentuk lebih banyak wiraswasta di Indonesia.

“Kemudian meningkatkan keterampilan para pekerja dan korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) untuk reskilling dan upskilling, agar semakin produktif dan meningkatkan daya saing,” katanya.

Atas dasar itu, Jokowi menyatakan bahwa pemerintah akan memberikan Kartu Prakerja kepada para pencari kerja berusia 18 tahun ke atas. Kartu Prakerja juga akan menyasar mereka yang tidak sedang menempuh pendidikan formal atau para pekerja aktif.

“Juga korban PHK yang membutuhkan peningkatan kompetensi,” kata Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here