Kalau Masih Ada Amien Rais PAN Tak Usah BerKoalisi dengan Pemerintah

Kalau Masih Ada Amien Rais PAN Tak Usah BerKoalisi dengan Pemerintah
Kalau Masih Ada Amien Rais PAN Tak Usah BerKoalisi dengan Pemerintah
466 Pemirsa

Posisi pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin di DPR saat ini sudah cukup aman. Setidaknya 60 persen kursi di parlemen telah dikuasai oleh parpol-parpol pendukung Jokowi-Ma’ruf.

Pada periode ini kekuatan Jokowi-Ma’ruf sudah semakin besar dibandingkan pada 2014. Dimana Jokowi hanya didukung dengan kekuatan 41 persen di Senayan.

“Sekarang koalisi yang mendukung Pak Jokowi sudah 60 persen. Artinya sudah cukup aman pemerintah ini di DPR sebenarnya,” kata Wakil Presiden, Jusuf Kalla di Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (2/7/2019).

Meski demikian, menurut JK, 60 persen koalisi yang menduduki bangku di Senayan tidak akan mempengaruhi keseimbangan di pemerintahan. Dia meyakini kritik terhadap kebijakan Jokowi tetap akan datang dari koalisi.

“60 persen juga itu kan kadang-kadang tetap memberikan kritik ke pemerintah juga, tetap. Tidak berarti semuanya langsung (mendukung kebijakan), sehingga jadi otoriter, tidak. Di samping oposisi juga, partai pemerintah juga kadang mengkritik juga pemerintah di DPR,” ujarnya.

Belakangan ini isu bergabungnya kembali PAN ke Jokowi-Maruf menjadi perhatian elit politik khusunya koalisi Jokowi-Ma’ruf.

Kajian yang mendalam terkait rekam jejak sebelumnya yang justru semakin merugikan pemerintahan Jokowi setelah menyatakan diri bergabung di Koalisi Indonesia Hebat (KIH). Saat itu PAN merupakan satu-satunya partai pendukung Jokowi yang terang-terangan berani keras mengkritik pemerintah, salah satunya terkait penerbitan Perppu Ormas.

Selain itu, pada Juli 2017 lalu PAN menjadi satu-satunya partai koalisi Jokowi-JK yang menentang opsi presidential treshold 20 persen. Tak hanya itu PAN bahkan melakukan walkout saat Rapat Paripurna.

Berkaca dari pengalaman sebelumnya, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut partai-partai pendukung pemerintah harus solid dan tidak boleh setengah-setengah.

Untuk itu lanjut Hasto mengatakan bahwa Presiden Jokowi seharusnya melakukan evaluasi terhadap partai yang membelot dari sikap partai pendukung pemerintah lainnya, termasuk hal ini adalah keberadaan PAN yang setengah hati tehadap Jokowi.

PAN secara terang-terangan merusak koalisi Jokowi dari dalam. Dengan fakta yang semacam ini, cuma gelar penyusup yang layak disematkan pada PAN.

Tanpa bermaksud menuduh, kita juga sudah tahu sama tahu siapa yang berada di balik manuver-manuver licik PAN. Siapa dia? Amien Rais.

Dunia tahu betapa bencinya Amien Rais pada Jokowi. Setanpun tahu betapa dengkinya hati Amien Rais pada Jokowi. Perkataan, perbuatan, tudingan, tuduhan bahkan hinaan Amien Rais pada Jokowi selama ini, sudah cukup menunjukkan bahwa kebencian Amien Rais pada Jokowi memang sudah mendarah daging. Ibarat kanker sudah stadium 4.

Tragisnya, saat menunjukkan kebenciannya pada Jokowi, Amien Rais selalu menyeret nama Allah. Ini benar-benar pelecehan terhadap keberadaan Allah yang justru mengajarkan kasih dan kebaikan.

Dengan kelakuan Amien Rais yang seperti ini, sudah seharusnya dan selayaknya koalisi Jokowi-Ma’ruf tak perlu memberikan tempat pada PAN dengan alasan apapun, termasuk alasan merangkul demi persatuan Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here