Kapolda Papua Sebut Keberadaan Jamaah Tabligh di Jayapura Bukan Kelompok Jihad

Kapolda Papua Sebut Keberadaan Jamaah Tabligh di Jayapura Bukan Kelompok Jihad
Kapolda Papua Sebut Keberadaan Jamaah Tabligh di Jayapura Bukan Kelompok Jihad
242 Pemirsa

Isu jihad ke Wamena tengah menjadi perhatian masyarakat di Papua. Ditambah pula kedatangan Jamaah Tabligh pimpinan Haji Nasir dikait-kaitkan dengan isu jihad pascakerusuhan di Papua.

Terkait hal itu, Kepolisian Daerah (Polda) Papua memastikan bahwa keberadaan Jamaah Tabligh di Papua untuk berdakwah, bukan berjihad ke Wamena, seperti yang diisukan oleh oknum belum lama ini.

“Keberadaan 22 anggota Jamaah Tabligh yang dipimpin H. Nasir di Jayapura untuk melakukan dakwah dan syiar islam bagi umat muslim di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom,” kata Kapolda Papua, Inspektur Jenderal Paulus Waterpauw, Senin (7/10) malam.

Menurutnya, Jamaah Tabligh akan berada di Papua selama 4 bulan. Mereka pun telah berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua dan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua, untuk membantu mengkomunikasikan kegiatan para Jamaah selama di Papua.

“Jadi tidak benar, isu kelompok jihad di tanah Papua sebagaimana berita hoaks yang beredar belakangan ini,”  tegas Waterpauw.

Ia mengimbau seluruh masyarakat agar tidak percaya dengan penyebaran video maupun informasi yang dapat memicu keresahan di bumi cenderawasih.

“Masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab,” kata dia.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal menjelaskan, rombongan Jamaah Tabligh tiba di Jayapura sejak 1 Oktober 2019 pukul 09.45 WIT dengan menggunakan Kapal Motor (KM) Ciremai dari Jakarta.

Jamaah Tabligh dijemput Ustad Irfan, dan kemudian ditampung di Masjid Serambi Madinah milik Haji Baddo di kawasan Entrop, Distrik Jayapura Selatan.

Menurut Kamal, Jamaah Tabligh hanya mengajak masyarakat yang satu akidah untuk melaksanakan shalat tepat waktu dan menjalankan syariat islam. Mereka tidak berjihad ke Wamena.

“Kedatangan mereka bukan terkait rusuh Wamena, tetapi untuk menyiarkan syariat islam kepada masyarakat di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura dan Keerom,” kata Kamal.

Kamal memastikan, Jamaah Tabligh bukan bagian dari Front Pembela Islam (FPI). “Mereka bukan bagian FPI, bukan seperti kegiatan unjuk rasa yang ada di Solo, sehingga jika ada video atau postingan yang menyatakan kelompok ini adalah FPI, maka tak benar,” tegasnya.

Meski demikian kegiatan mereka selama disana tetap dalam pantauan aparat keamanan dan penegak hukum.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here