Kapolri Resmikan Layanan Berbasis IT

Kapolri Jenderal Tito Karnavian
222 Pemirsa

bidikdata.com| Kapolri Jenderal Tito Karnavian meresmikan aplikasi Smile Police Polda Jawa Tengah di Semarang. Jenderal Tito mengapresiasi langkah Polda Jawa Tengah mempermudah pelayanan kepada masyarakat dengan berbasis IT.

Aplikasi tersebut memiliki kepanjangan dan arti yaitu Sistem Manajemen Informasi Layanan Elektronik Kepolisian. Masyarakat bisa mengunduh di Play Store pada smartphone berbasis Android.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Condro Kirono dalam sambutannya mengatakan sistem yang bekerja sama dengan Telkom Indonesia tersebut sudah terintegrasi 35 Polres se-Jawa Tengah untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.

“Salah satu aplikasi implementasi roadmap Kapolri. Peningkatan pelayanan publik harus memudahkan masyarakat dengan berbasis teknologi,” kata Condro, hari ini (4/2/2017).

Dalam aplikasi Smile Police Polda Jateng, akan ada tautan aplikasi lainnya yang bisa diunduh masyarakat. Smile Police terdiri dari 5 aplikasi online yaitu Panic Button, e-Bhabin, e-Public Service, e-Complaint, e-Learning, dan e-Office.

Condro menjelaskan, Panic Button merupakan aplikasi untuk warga yang melihat atau mengalami tindak kejahatan dan bisa langsung memanggil polisi terdekat dengan cukup mengetuk tombol merah setelah aplikasi dibuka sebanyak tiga kali.

“Cukup dengan ketukan tiga kali, informasi akan sampai ke ke command center, Polres dan Polda,” ucapnya.

Kemudian e-Bhabin, aplikasi tersebut memudahkan warga melapor peristiwa ke Bhabinkamtibmas setempat lebih cepat. Berikutnya adalah e-Public Service, dengan aplikasi tersebut memungkinkan warga mengurus pengajuan SIM dan SKCK secara online. Selain itu ada juga pelayanan STNK reminder dalam e-Public Service.

Selanjutnya e-Complaint, warga bisa mengajukan komplain terkait pelayanan yang diberikan petugas. Kemudian e-Learning yang bisa dimanfaatkan masyarakat bahkan anggota kepolisian sendiri untuk belajar.

“Ada dua fungsi, untuk masyarakat bisa tahu tentang persoalan ujian teori SIM. Masyarakat bisa belajar dulu. Dulu kalau tidak lulus bilang dipersulit, nah ini bisa belajar. Untuk anggota salah satunya mungkin kalau ingin naik pangkat belajar di e-Learning dulu,” terangnya.

Terakhir yaitu e-Office memudahkan anggota mempermudah proses administrasi. Selain itu bisa mengecek kehadiran anggota secara online.

Dalam launching tersebut, selain menekan tombol sebagai tanda simbolis, Kapolri juga sempat berbincang dengan warga bernama Ayu lewat video call. Ayu sudah memanfaatkan Panic Button karena mengalami pencurian saat membeli perhiasan emas di daerah toko emas daerah Kranggan Semarang.

Kapolri mengapresiasi adanya aplikasi tersebut karena sesuai dengan perintah Presiden Jokowi untuk meningkatkan pelayanan berbasis IT. Ia juga memuji Condro Kirono karena selalu berinovasi dimanapun ia bertugas.

“Sekarang era IT telah merubah revolusi berbagai urusan, termasuk urusan kepolisian. Beliau (Presiden) ingin layanan publik semua sektor bisa memudahkan masyarakat untuk mengakses salah satunya dengan IT,” kata Tito.

Untuk peningkatan pelayanan, Kapolri memberikan tantangan agar respons kepolisian lebih cepat. Ia mencontohkan dalam kasus Ayu, idealnya polisi tiba kurang dari 10 menit. Ia juga berharap sistem tersebut bisa diterapkan nasional.

“Di seluruh dunia, meski polisi berbeda, backbone-nya, tulang punggung tugas kepolisian seluruh dunia yaitu quick response. Ini kita lihat quick response sangat penting, dijambret, polisi datang dengan cepat. Tadi datang 15 menit, ideal yang baik di bawah 10 menit, saya kira jadi tantangan,” kata Tito.

Sementara itu Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Asman Abnur, yang ikut hadir, mengatakan Polri mengalami perubahan yang cukup baik dan diharapkan bisa menjadi model dalam reformasi birokrasi.

“Akuntabilitas Polri saat ini perlu kita beri apresiasi, yang tadinya nilainya B jadi BB. Terus melihat beberapa polda ada perubahan, mudah-mudahan Polri jadi model perubahan dalam reformasi birokrasi,” pungkas Asman. (KP)