Kecaman terhadap Albaharsyah yang Melecehkan Pancasila Tidak Jelas

374 Pemirsa

Seorang Mahasiswa Sumatera bernama Albaharsyah harus berhadapan dengan rakyat Indonesia dan juga aparat penegak hukum.

Pasalnya dengan mudahnya anak yang masih bau kencur ini telah melecehkan Negara dan Kepala Negara. Disinyalir ia merupakan pendukung khilafah.

Dalam sebuah video yang viral di media sosial dengan seenaknya Albaharsyah menyebut Pancasila itu tidak jelas dan multitafsir.

Sebuah bahasa berbahaya mengandung provokasi untuk membenturkan Pancasila dan Islam. Padahal nabi Muhammad SAW sendiri tidak menyerukan kepada umatnya untuk mendirikan negara Khilafah atau negara Islam. Lantas ide pembentukan oleh mereka ini apakah benar-benar atas perintah agama? Tentu tidak. Tidak satupun ulama semua madzhab menyerukan untuk mendirikan negara Khilafah.

Atas penghinaan itu warganet pun ramai-ramai menyerang dan mengecam Albaharsyah.

Akun twitter Dumdum @yusuf_dumdum misalnya ia mengatakan “Ideologi Pancasila dibilang GAK JELAS oleh manusia kunyuk ini. Siapa sih ni orang?”

“Tidak perlu debat, coba tunjukkan negara mana yang menerapkan Khilafah, dan bagaimana kehidupan rakyatnya?” cuit @yusuf_dumdum.

“Kok bisa-bisanya mengatakan Pancasila Gak Jelas dan Anti Islam. Jangan2 nih org PKI cuma pakai topeng agama?” tamabah @yusuf_dumdum.

Ideologi Pancasila adalah ideologi bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sejalan dengan semua agama dan untuk menaungi semua agama.

Pancasila dibuat bukan dengan proses yang mudah dan gampang, para ulama, tokoh duduk bersama-sama untuk merusumuskan tentang hal ini.

Prof Nadirsyah Hosen Rais Syuriyah PCI Nahdlatul Ulama Australia-New Zealand dan Dosen Senior Monash Law School menjelaskan bahwa riwayat Khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah Tidak Dibahas dalam Kitab Utama Bidang Aqidah, Tafsir, Hadits, Tarikh & Fiqh”.

Sementara Hizbut Tahrir masih saja koar-koar soal akan datangnya kembali khilafah ‘ala Minhajin Nubuwwah berdasarkan riwayat yang tercantum dalam kitab Musnad Ahmad. Dari sudut sanad dan matan, sekarang kita lihat apakah riwayat ini dianggap penting atau setidaknya dibahas dalam al-kutub al-mu’tabarah (kitab yang dijadikan rujukan utama)?.

Istilah Khilafah Tidak Ada dalam Alquran (https://arrahmahnews.com/2019/04/01/nadirsyah-hosen-istilah-khilafah-tidak-ada-dalam-alquran/)

Penjelasan bahwa Istilah Khilafah Tidak Ada Dalam Al-Qur’an. Banyak terjadi kerancuan di kalangan umat mengenai penggunaan istilah Khalifah, Khilafah, dan juga Khalifatullah fil Ardh.

Sementara Grand Syaikh menjelaskan, rumusan Pancasila bukan hanya sekedar sejalan dengan Islam, akan tetapi setiap butir dalam Pancasila merupakan esensi ajaran Islam yang harus diperjuangkan. Pernyataan Grand Syaikh juga menerangkan bahwa Pancasila tidak bertentangan dengan Islam.

Perlu diketahui bahwa semua poin pancasila lahir dari pemikiran para pahlawan yang tidak asal dalam membuatnya. Mereka adalah Ir Soekarno, M.Hatta, Soepomo, Mohammad Yamin, dan K.H. Abdul Wachid Hasyim.

Mereka memiliki pendidikan yang cukup tinggi. Sampai saat ini pancasila memiliki 5 unsur yang dari dahulu sudah ada yaitu.

  1. Ketuhanan Yang Maha Esa
  2. Kemanusiaan yang adil dan beradab
  3. Persatuan Indonesia
  4. Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan dan perwakilan
  5. Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia

5 Dasar negara yang sudah di buat tinggal kita teruskan sebagai penerus dari perjuangan para pahlawan kita. Yang perlu kita ketahui karena mereka adalah tokoh-tokoh perjuangan sama dengan yang lain, sampai mendatangkan Indonesia menjadi merdeka.

Lantas kenapa Albaharsyah dalam videonya itu menyebut Pancasila Gak jelas dan Multitafsir?.

Orang seperti Albaharsyah tak boleh dibiarkan dan harus ditindak tegas sesuai dengan ketentuan hukum di negara ini. Dengan seenaknya dia menghina dasar negara Indonesia dan melecehkannya membauat hilangnya kewibawaan bangsa ini.

Untuk itu aparat tegas harus segera menangkap dan menindak Albaharsyah!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here