Kecemasan PAN Terkait Rencana Pemeriksaan Amien Rais Atas Kasus Ratna Sarumpaet

Kecemasan PAN Terkait Rencana Pemeriksaan Amien Rais Atas Kasus Ratna Sarumpaet
Kecemasan PAN Terkait Rencana Pemeriksaan Amien Rais Atas Kasus Ratna Sarumpaet
219 Pemirsa

Usai Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Metro Jaya, sejumlah tokoh oposisi mulai dihantui kecemasan.

Pasalnya bukan tidak mungkin semua yang ikut menyampaikan cerita kebohongan aktivis senior itu satu per satu mulai di panggil menjadi saksi oleh kepolisian.

Aroma ketakutan pun begitu terasa di lingakaran oposisi, sebagaimana Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno mempertanyakan langkah Polda Metro Jaya yang memanggil Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais sebagai saksi untuk Ratna Sarumpaet.

Seharusnya Amien diperiksa pada Jumat (5/10), Nnmun, Amien mangkir dari panggilan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

“Kami lihat dari kacamata yang sangat objektif bahwa yang berbohong menyatakan berita tidak benar itu satu orang tetapi lain-lain kok sampai bisa bagian dari proses pemeriksaan ini,” kata Eddy di rumah calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto, Jakarta.

Pernyataan Eddy sangatlah berlebihan, mengingat pemanggilan Amien Rais dalam kasus ini masih sebatas sebagai saksi sehingga tidak perlu merasa khawatir Polisi akan menetapkan Amien Rais sebagai tersangka berikutnya.

Pernyataan Sekjen PAN jelas mengindikasikan adanya ketakutan dari PAN bahwa Amien Rais akan menjadi tersangka.

Sejauh ini apara kepolisian telah bekerja maksimal dalam mengungkap cerita kepalsuan Ratna Sarumpaet dan para kroninya. Kerja profesioanl kepolisian yang begitu cepat patut diapresiasi agar semua yang terlibat menyebarkan hoaks atau finah penganiayaan dapat dipanggil.

Semoga kasus Ratna Sarumpaet ini menjadi peringatan dan pembelajaran berharga bagi PAN dan Amien Rais serta kelompok lain yang sering menebar kebencian, hoax, fitnah kepada Pemerintah dan Presiden Jokowi sehingga dapat menimbulkan efek jera.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ratna Sarumpaet ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penyebaran berita bohong terkait penganiayaan. Dia dijerat dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE.

Faktanya, Ratna tak mengalami penganiayaan, melainkan menjalani operasi plastik di RSK Bina Estetika, pada 21 September 2018. Dia mengakui berbohong terkait kabar penganiayaan yang disampaikan sejumlah pihak, diantara kepada Praowo Subianto dan Wakil Ketua DPR Fadli Zon.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here