Kehadiran SNSD Di Indonesia Masih Dalam Tahap Negoisasi Untuk Acara Countdown to Asian Games 2018

48 Pemirsa

Jakarta – Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf membantah, pemerintah mengundang girlband SNSD dalam rangka memeriahkan acara hari ulang tahun kemerdekaan Indonesia yang ke-72. Triawan membenarkan rencananya untuk mendatangkan artis Asia terkemuka. Namun itu bukan termasuk dalam acara HUT RI, melainkan Countdown to Asian Games 2018, Acara hitung mundur 1 tahun menuju penyelenggaraan Asian Games 2018, pada 18 Agustus 2017.

Diantara yang tengah dalam negosiasi untuk dihadirkan dalam acara tersebut adalah artis dari Korea, yakni SNSD/Girls Generation. Itu pun, tidak semua personel girlband tersebut diundang, melainkan hanya beberapa orang saja. “Tentang rencana mengundang artis dari Korea ini perlu kami jelaskan bahwa yang sedang kami negosiasikan kedatangannya bukan SNSD/Girls Generation secara group melainkan beberapa personel saja. Dan mereka bukan diundang untuk menghadiri acara HUT kemerdekaan RI di Istana Negara,” kata Triawan.

Triawan kemudian menegaskan, acara HUT RI ke 72 dan hitung mundur satu tahun menuju Asian Games 2018 adalah dua acara yang berbeda. Hanya saja jatuh di bulan yang sama. Bahkan, Triawan pun belum bisa memastikan apakah artis-artis yang dinegosiasikan untuk hadir dalam acara tersebut bisa datang atau tidak.

“Tentang kepastian artis pendukung internasional maupun nasional ini, seperti sudah saya sampaikan dari awal, akan dikonfirmasi lagi dalam beberapa minggu mendatang,” tambah Triawan.

SM Entertainment, agensi SNSD belum angkat bicara tentang rencana ini. Meski begitu, salah satu personel SNSD, Hyo-yeon, sempat mengkonfirmasi kedatangannya ke Indonesia awal Juli lalu.

“Saya sangat bersemangat untuk pergi ke Jakarta! Sampai jumpa bulan depan!” tulis Hyo-yeon di kolom komentar akun Instagram Triawan Munaf. Saat itu, Triawan mengunggah foto pertemuannya dengan Hyo-yeon di Seoul, Korea Selatan.

Namun di masyarakat telah berkembang spekulasi yang bahkan menjurus kepada fitnah bahwasanya kehadiran SNSD ini atas permintaan putra Presiden Jokowi, “Terlepas untuk acara HUT Kemerdekkan atau promosi Asian Games 2018, kedatangan SNSD diduga atas permintaan Pangeran Kaesang. Selama ini Kaesang penggemar K-Pop,” kata seseorang bernama Ahmad Lubis dan dikutip beberapa portal hoax di Indonesia. Pernyataan Ahmad Lubis ini tentunya sangat merugikan Kaesang, karena tuduhan keji bahwasanya Kaesang lah yang meminta kehadiran group legendaris Korea ini sangat tidak beralasan bila hanya dihubungkan sebagai penggemar K-Pop.

Bahkan beberapa postingan media sosial bahkan dengan keji menuduh group SNSD adalah simbol sex dan pelacuran yang tentunya sudah lama dilarang bila memang terbukti. SNSD faktanya telah lama mendapatkan simpati dan puluhan juta penggemar berat di Indonesia sejak kemunculan mereka pada tanggal 16 Juli 2007. Nama lain SNSD (So Nyeo Shi Dae) adalah Girls’ Generation (소녀시대; Sonyeo Shidae). Grup ini terdiri dari delapan anggota: Taeyeon, Sunny, Tiffany, Hyoyeon, Yuri, Sooyoung, Yoona, dan Seohyun. Jessica pada tahun 2014 mengundurkan diri.

Prestasi mereka juga tidak main-main, salah satu album mereka “Gee” (2009) dinobatkan sebagai Song of the Decade di Korea Selatan. Tahun 2011 SNSD meluncurkan album “The Boys” sekaligus dalam tiga bahasa Korea, Jepang, dan untuk pertama kalinya, Inggris. Dalam rentang waktu lima tahun, grup ini telah berhasil menjual total sebanyak 4,4 juta album dan 30 juta singel digital.

Debut SNSD ini merupakan salah satu tonggak sejarah perkembangan dunia kreatifitas Korea yang saat ini telah mendunia dengan nama K-Pop. Kehadiran mereka tentu akan mengilhami industri kreatif di nusantara yang baru saja menggeliat, dan tidak untuk diinjak agar mati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here