Kemajuan Pariwisata di Era Jokowi yang Mencengangkan

230 Pemirsa

Bidikdata – Dibandingkan dengan presiden presiden sebelumnya, Joko Widodo dapat dibilang Presiden yang paling serius mengembangkan Pariwisata di Indonesia. Hal itu terlihat dari struktur anggaran yang berani tanpa bada basi menaikkan dalam persentasi yang siginifikan.

Dengan potensi yang dimiliki negeri ini, pemerintah hanya perlu memberikan akses yang lebih lancar bagi para wisatawan untuk darang ke objek-objek wisata yang ada di Indonesia.

Dengan kualitas layanan berstandar global, pariwisata Indonesia dapat dikatakan unggul dari tempat-tempat wisata dibelahan dunia ini.

Bahkan pendapatan dari sektor pariwisata terus meningkat dalam tiga tahun terakhir.

Pada 2015, sektor pariwisata menyumbang devisa sebesar US$ 12,225 miliar. Angka ini membuat pariwisata sebagai penyumbang devisa keempat terbesar di bawah Migas (US$ 18,574 miliar), CPO (US$ 16,427 miliar), dan batu bara (US$ 14,717 miliar).

Pada 2016, sumbangan devisa pariwisata melonjak menjadi US$13,568 miliar. Angka ini membuat pariwisata menjadi penyumbang devisa kedua terbesar setelah industri kelapa sawit (CPO) yang menyumbang US$ 15,965 miliar.

Perolehan devisa negara dari sektor pariwisata sejak tahun 2016 sudah mengalahkan pemasukan dari migas dan di bawah pemasukan dari CPO.

Sehingga dari kenaikan tersebut dapat targetkan pariwisata menjadi penyumbang utama devisa pada 2019 dengan angka US$ 24 miliar.

Selain itu pertumbuhan jumlah wisman dari tahun ke tahun semakin naik. Dengan target mendatangkan 20 juta wisman pada tahun 2019, performansi jumlah wisman kita sudah on the track.

Pada 2015, kita mendatangkan wisman berjumlah 10 juta orang. Angka tersebut bertambah menjadi 12 juta orang pada 2016. Sementara, sampai dengan bulan Agustus tahun 2017 ini tercatat jumlah pelancong asing sudah menyentuh angka 9,25 juta orang.

Sementara perkembangan kumulatif kunjungan wisatawan mancanegara pada era kepemimpinan Presiden Joko Widodo sangat signifikan, dari periode tahun 2017 ke tahun 2018 saja telah mengalami peningkatan sebesar 14,87%

Berdasarkan hasil yang dihimpun, kunjungan mancanegara melalui pintu masuk, yaitu melalui jalan darat (bus dan mobil): 304.700, melalui bandara (pesawat): 846.950 dan melalui pelabuhan (kapal): 212.930.

Dari segi akomodasi wisatawan asing, dimana tingkat penghunian kamar (hotel bintang) mencapai 57,10% dan rata-rata lama tamu asing menginap adalah 1.95 hari.

Menurut The Telegraph, media terkemuka di Inggris, Indonesia masuk ke dalam 20 besar destinasi wisata dengan pertumbuhan paling cepat didunia. Pada periode Januari – Agustus 2017 kita tumbuh 25,68% year-on year, di mana pertumbuhan tersebut mengungguli Malaysia, Thailand dan Singapura. Dengan demikian, pertumbuhan pariwisata Indonesia empat kali lipat dibanding pertumbuhan regional dan global.

Vice President El John, Johnnie Sugiarto, yang merupakan salah satu pemain besar di bisnis pariwisata nasional, juga sangat yakin akan peluang keberhasilan target yang dicanangkan Jokowi.

“Bukanlah hal yang mustahil bahwa suatu saat nanti devisa Indonesia yang terbesar akan dihasilkan dari pariwisata. Kita melihat betapa potensi pariwisata Indonesia yang begitu banyak dan indah, hanya tidur nyenyak belum tersentuh tangan-tangan dingin investor untuk mengembangkannya,” jelas Johnnie Sugiarto.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani makin terkesan dengan keseriusan Presiden Joko Widodo, yang membangun Indonesia melalui fondasi pariwisata. Baru kali ini sektor pariwisata menjadi prioritas, selain infrastruktur, pangan, energi dan maritime.

Untuk itu Presiden Jokowi terus mendorong perkembangan wisata di setiap daerah, karena menurut Jokowi setiap suku memiliki keunikan dan kelebihannya masing-masing yang dapat dikelola sebagai tujuan wisata yang menarik minat baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Jika semua lini sepakat mendorong penbangunan infrastruktur dari bandara menuju ke destinasi, maka impian Jokowi menjadikan pariwisata sebagai penghasil devisi terbesar Indonesia bisa cepat tercapai.

Sepanjang masa jabatannya Presiden Jokowi telah menunjukkan kapabilitasnya untuk membangun berbagai sektor di Indonesia hingga bangsa ini terus berkembang dan mendapat pengakuan dari publik internasional. Pemimpin seperti ini yang dibutuhkan Indonesia agar dapat menjadi bangsa yang maju.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here