Kemendagri Sebut Kesalahan Anies Baswedan Acungkan 2 Jari

0
107

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan Gubernur DKI Jakarta  Anies Baswedan telah mengajukan izin untuk menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra. Namun Anies melakukan kesalahan menurut Kemendagri.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengatakan Anies Baswedan telah berpose 2 jari. Namun Tjahjo mengatakan itu menjadi kewenangan Bawaslu.

“Soal Pak Anies yang pose 2 jari, yang pertama, yang penting Pak Anies sudah menyampaikan izin kepada Mendagri, (izin) untuk hadir di acara itu (Konferensi Nasional Gerindra),” kata Tjaho di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (19/12/2018).

Tjahjo pun mengapresiasi sikap Anies untuk meminta ijin terlebih dahulu saat akan menghadiri acara Gerindra. Namun bila akan berkampanye harus cuti sebagaimana diatur dalam Pasal 35 sampai 40 PP Nomor 32 Tahun 2018 sebagaimana juga diatur dalam PKPU Nomor 23 Tahun 2018.

Tjahjo mengungkapkan Anies hadir di acara tersebut dengan kapasitas sebagai gubernur. Karena kepala daerah harus mengajukan izin ke Kemendagri ketika hendak menghadiri acara partai politik, gabungan partai politik, tim sukses dari pasangan capres-cawapres, atau acara caleg DPR hingga DPRD.

“Soal dipermasalahkan karena pose 2 jari, itu bukan saya (Mendagri), itu adalah kewenangan penuh daripada Bawaslu,” ujarnya.

Konferensi Nasional Partai Gerindra itu digelar di Sentul International Convention Center, Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12) kemarin. Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri, Sumarsono mennilai kehadiran Anies di situ bukan untuk berkampanye, jadi tak masalah bila Anies tidak cuti dan hanya mengajukan izin saja ke Kemendagri.

Namun kata Soni, kedua tangan Anies kemudian mengacungkan gestur dua jari, tanda kampanye pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Di situlah letak kesalahan Anies.

“Dalam hal ini, kesalahan lebih pada mengacungkan dua jari tanda kampanye Prabowo-Sandi. Seharusnya diam,” ujarnya.

Terkait hal ini, Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan mengatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Pelanggaran yang dimaksud terkait dugaan kampanye terselubung yang dilakukan Anies ketika menghadiri Konferensi Nasional Partai Gerindra, di Sentul.

“Kami punya waktu 14 hari untuk menentukan apakah ini sudah memenuhi unsur atau tidak,” ujar Abhan dalam rapat di Komisi II, Gedung DPR, Rabu (9/1/2019).

Abhan menegaskan pihaknya tidak akan memperlambat keputusan atas kasus ini. Setelah penyelidikan selesai, Bawaslu akan segera memutuskan apakah Anies terbukti melanggar atau tidak.

“Tetapi memang saat ini kami sedang mengumpulkan berkas-berkas klarifikasi,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here