Kemendikbud Menurunkan Tim untuk Usut Guru SMAN 87 yang di Duga Beri Doktrin Anti Jokowi

195 Pemirsa

Bidikdata – Kasus itu bermula dari keluhan salah satu orangtua murid. Keluhan itu viral di media social. Seorang guru agama di SMAN 87 Jakarta, NK (sebelumnya disebut N), dilaporkan telah memberi doktrin anti Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada murid-muridnya dalam kegiatan belajar mengajar.

Untuk itu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menurunkan tim Inspektorat Jenderal Kemendikbud untuk memeriksa seorang guru agama di SMAN 87 Jakarta.

NK (sebelumnya disebut N). NK diduga telah memberi doktrin anti Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada murid-muridnya dalam kegiatan belajar mengajar.

“Kami sudah turunkan Inspektorat Jenderal untuk melakukan pengusutan,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy

Sanksi penonaktifan sementara akhirnya dijatuhkan pada seorang guru di SMAN 87, Jakarta, karena diduga telah mendoktrin murid-muridnya untuk menyalahkan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait gempa Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

Menurut pihak sekolah, penonaktifan tersebut dilakukan agar psikis dan mental para siswa tidak terganggu.

Sementara itu oknum guru NK merupakan guru yang diduga telah mendoktrin para muridnya untuk menyalahkan Jokowi atas gempa Palu dan Donggala akhirnya meminta maaf.

“Sebagai manusia yang tidak luput dari khilaf dan salah, dengan hati yang tulus saya meminta maaf kepada seluruh masyarakat yang merasa dirugikan dengan kejadian ini, khususnya kepada Bapak Presiden Jokowi yang terbawa-bawa dalam masalah ini,” ucap Nelty

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengimbau kepada semua guru untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak terpuji dan melanggar kode etik dan perilaku seorang guru.

“Kemendikbud melalui tingkat pusat ada inspektorat jenderal kemudian di setiap daerah ada pengawas dan ada inspektorat wilayah yang sebetulnya juga lebih deket pengawas sekolah,” kata Muhadjir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here