Kementan Rilis Program BUN500

Kementan Rilis Program BUN500
98 Pemirsa

Kementerian Pertanian (Kementan) meluncurkan program BUN500. Program tersebut merupakan pendistribusian benih unggul perkebunan

500 juta batang 2019-2024 secara gratis untuk masyarakat khususnya perkebunan rakyat.

Lewat program itu, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menargetkan perkebunan Indonesia menjadi nomer satu dunia di

2024.

“Kita harus bangkitkan kejayaan rempah Indonesia. Saat ini bahkan ekspor pertanian kita didominasi oleh komoditas perkebunan,”

kata Amran saat Peluncuran BUN500 di Palangkaraya pada Kamis (18/7).

Demi meningkatkan produktivitas, Kementan sudah sudah memulai penyiapan benih unggul gratis sejak 3 tahun lalu dengan dengan

anggaran Rp 5,5 triliun.

Untuk itu Amran berpesan agar program Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) tersebut dilakukan secara terencana dan efektif,

sebab tanaman perkebunan butuh waktu panjang untuk bisa panen. Sebab jika salah memilih benih akan sangat merugikan kedepannya.

Ia menilai akselerasi pengadaan benih juga harus memperhatikan kuantitas, kualitas, sekaligus efektifitas distribusinya.

“Distribusi benih gratis ini harus dengan memperhatikan keunggulan komparatif suatu daerah: agro klimat, dan kultur tanam. Tidak

boleh diecer, pembagian benih unggul harus skala ekonomi sehingga bisa berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” jelas Amran.

Ke depan, Menteri Amran berharap program strategis bidang perkebunan ini juga diikuti dengan hilirisasi (pengembangan industri

olahan) agar nilai tambahnya bisa dirasakan oleh petani, begitu juga dengan pengembangan korporasi petani dimana petani terlibat

dan memiliki saham atas industri pertanian yang digelutinya.

Melalui BUN500 selama 5 tahun, hingga tanaman berproduksi, Kementan menargetkan nilai produksi Rp 274,9 triliun. Bahkan hingga

produk olahan, nilai produksi BUN500 berpotensi mencapai lebih dari Rp 1.180 triliun. Dengan industri pengolahan, penyerapan

tenaga kerja diproyeksi lebih dari 9,5 juta orang atau meningkat 40% dari total tenaga kerja perkebunan saat ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here