Kementerian ESDM Tingkatkan Rasio Elektrifikasi NTT

Kementerian ESDM Tingkatkan Rasio Elektrifikasi NTT
51 Pemirsa

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus berupaya mengoptimalkan penyediaan listrik dan air minum bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan, NTT menjadi salah satu daerah prioritas perhatian dari Kementerian ESDM.

Menurut Jonan, Kementerian ESDM juga bertekad membantu pemenuhan kebutuhan listrik dan air masyarakat NTT. Sebab, rasio elektrifikasi di NTT merupakan yang terendah di Indonesia, hanya sekitar 62 persen, berada di bawah Maluku dan Papua. Sedangkan Papua sudah mencapai 90 persen lebih.

Target Kementerian ESDM merupakan bentuk perhatian dan keinginan kuat agar semua masyarakat mendapat aksestabilitas energi listrik yang sama sehingga terwujud keadilan energi.

“Kami sudah sepakat. PLN akan mati-matian memenuhi sampai 90 persen lebih. Hanya kami minta, kalau kesulitan lahan dan lain sebagainya, pemerintah provinsi dan kabupaten/kota bisa membantu dan mendukung kami mengatasi ini,” ungkap Jonan dalam acara Peresmian Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJU TS), Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) dan Sumur Bor Air Bersih untuk NTT di Sekolah Luar Biasa Negeri Kupang Kelapa Lima Kota Kupang, Sabtu, (23/3/2019).

Dalam mendukung upaya peningkatan elektrifikasi di NTT, Jonan mengatakan, Kementerian ESDM juga akan terus meningkatkan pengadaan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS), juga Lampu Tenaga Surya Hemat Energi (LTSHE) untuk rumah-rumah masyarakat yang tidak mampu bayar listrik dan tidak punya jaringan PLN.

Untuk diketahui, pada tahun 2018, PJUTS untuk NTT 1.034 titik. Kemudian, tahun 2019, dari sekitar 21.280 seluruh Indonesia, NTT dapat 1.000.

“Begini saja, ini NTT dapat 10 persen atau 2.000 titik untuk penerangan jalan di NTT. NTT usul saja selama lima tahun, butuh PJUTS berapa supaya bisa dicicil selama 5 tahun. Untuk masyarakat yang ada jaringan listrik, tetapi tidak mampu bayar biaya sambung, kami bersama PLN carikan biaya sambung. Untuk LTSHE, tahun ini jatahnya NTT hanya sekitar 13.000 tetapi saya tegaskan dengan teman-teman, kita naikan sampai 25.000,” katanya.

Semetara, khusus untuk pengadaan air bersih, Mantan Menteri Perhubungan itu mengataan, dirinya bersama jajaranya juga akan berupaya maksimal karena kebutuhan air bersih sangat vital. Lanjut dia, listrik tidak ada, masih bisa pakai lilin atau lampu pijar. Sementara air bersih tidak bisa diganti terlebih untuk meningkatkan taraf kesehatan masyarakat.

“Air ini sangat penting, jauh lebih penting dari penerangan. Tahun lalu, NTT hanya dapat 11 unit dari 506 unit pembangunan sumur bor di seluruh Indonesia. Saya secara pribadi agak menyesal. Karena saya tahu daerah ini kebanyakan sulit air. Tahun 2019, dari 650 pembangunan sumur bor, 15 unit alokasi buat NTT. Tetapi sudah saja, NTT ditambahin jadi 50 titik, bisa layani 150.000 sampai 200.000 jiwa. Kita akan kurangi satu atau dua dari daerah lain demi NTT. Kalau ada kesulitan lahan, tolong gubernur atau wagub dan teman-teman kepala daerah, bisa memfasilitasi untuk atasi hal ini,” ujarnya.

Sementar itu, Wakil Gubernur NTT, Josef A. Nae Soi, sangat mengapresiasi perhatian pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM bagi NTT. Dalam semangat NTT bangkit menuju sejahtera, Pemerintah Provinsi terus bertekad untuk membangun JaLA (Jalan, Listrik dan Air) yang lebih baik.

“Ignasius Jonan merupakan kawan lama saya. Dia datang ke sini untuk menerangi NTT yang masih gelap gulita dan kekurangan air bersih. Pak Jonan memiliki keserasian yang sangat erat dengan NTT, sulit dipisahkan oleh apapun juga,” ucap dia.

Dengan adanya dukungan dari Kementerian ESDM, lanjutnya, kebutuhan listrik dan air akan dapat terpenuhi. Dukungan kuat dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat NTT juga membantu mempercepat terwujudnya kesejahteraan bagi masyarakat NTT.

“Kesejahteraan merupakan manifestasi dari Pancasila. Karena pada akhirnya output Pancasila merupakan keadilan sosial dan outcomenya adalah kesejahteraan. Kami akan ganggu terus Pak Menteri dan beserta jajarannya supaya memperhatikan NTT,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here