Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Harus Dimaklumi Semua Pihak

Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Harus Dimaklumi Semua Pihak
Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan Harus Dimaklumi Semua Pihak
246 Pemirsa

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjelaskan bahwa Pemerintah telah memutuskan menaikkan iuran BPJS hingga 100 persen untuk kepersertaan mandiri.

Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres nomor 82 Tahun 2018.

Terawan menjelaskan bahwa alasan pemerintah melakukan hal tersebut untuk mengatasi defisit yang terjadi. Namun, Pemerintah lanjut dia tidak melepaskan tanggung jawabnya terhadap masyarakat. Sebab, pemerintah juga menggelontorkan setidaknya Rp 9,7 triliun untuk Penerima Bantuan Iuran (PBI).

“Dengan keputusan menaikan iuran, pemerintah mengeluarkan pengeluaran yang besar sekali. Dari PBI saja, itu sudah Rp 9,7 triliun keberpihakan pemerintah pada orang yang kurang mampu,” ungkap Terawan di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (5/11).

Atas kenaikan itu, Terawan meminta semua pihak untuk memahami keputusan pemerintah. Bahkan Pemerintah juga merasakan beban yang sama dengan masyarakat untuk melakukan hal tersebut.

“Pemerintah berpihak pada orang tidak mampu, di mana digelontorkan dari Rp 26 (triliun) ditambah Rp 9,7 (triliun) itu angka yang besar sekali,” kata Menkes Terawan.

Terawan meminta semua peserta BPJS Kesehatan untuk rutin membayar iuran per bulan karena salah satu penyebab defisit di BPJS Kesehatan adalah tingkat kepesertaan aktif yang masih rendah.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan, tarif BPJS naik 100 persen untuk kepersertaan mandiri. Baik kelas satu, dua, maupun tiga yang akan diterapkan pada awal Januari 2020.

Tarif iuran kelas III dengan manfaat pelayanan di ruang kelas perawatan kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000 per bulan. Selain itu, iuran kelas mandiri II dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas II naik dari Rp 51.000 menjadi Rp 110.000 per bulan. Sementara, iuran kepesertaan BPJS Kesehatan dengan manfaat pelayanan di ruang perawatan kelas I naik dua kali lipat. Dari Rp 80.000 menjadi Rp 160.000 per bulan untuk tiap peserta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here