Ketidakkompakan Paslon 02 yang Berbeda Visi dan Misi

Ketidakkompakan Paslon 02 yang Berbeda Visi dan Misi
31 Pemirsa

Jakarta – Direktur Program TKN Jokowi-Maruf, Aria Bima, bahwa visi-misi paslon capres-cawapres Prabowo-Sandiaga Uno tidak sejalan. Sandiaga tidak menjelaskan visi-misi Prabowo ketika debat cawapres pada 17 Maret lalu. Sandiaga justru berbicara tentang program OK Oce di Jakarta ke tingkat nasional. Sementara itu, Prabowo tidak pernah beribacara soal OK Oce. Sandi malah menyetujui perihal progam kartu dari Jokowi-Maruf, hanya saja menginginkan semua kartu tersebut masuk dalam E-KTP. Secara progam mengiyakan, hanya soal teknis memiliki pandangan lain.

“Saya nggak ngerti Pak Sandi ini, (apakah) menjalankan visi-misi Pak Prabowo. Ngerti nggak (Sandi) visi-misi Pak Prabowo? Atau Pak Sandi punya visi-misi sendiri?,” ujar Aria kepada wartawan di Kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Aria menilai, Sandiaga tidak menjelaskan visi-misi Prabowo ketika melakukan debat cawapres pada 17 Maret lalu. Aria mencontohkan, Sandiaga berbicara tentang membawa program OK Oce di Jakarta ke tingkat nasional. Sementara itu, Prabowo tidak pernah beribacara soal OK Oce.

“Sehingga saya malah tidak melihat Pak Sandi itu menjelaskan visi, misi Prabowo, program Prabowo. Prabowo tidak pernah ngomong OK Oce, nggak pernah mau menasionalkan OK OCe,” tutur dia.

Profil sosok Maruf sesuai dengan prosedur seorang Wapres yang menjalankan program-program Jokowi mulai dari Kartu Pra-Kerja hingga kartu sembako murah. Di sisi lain, Sandiaga justru tak mengikuti program capresnya dan malah menaikkan gagasannya sendiri seperti OK OCE yang gagal di wilayah Jakarta namun ngotot dibawa ke tingkat nasional.
Bahkan, lanjut Aria, Sandiaga justru sepakat dengan program-program dari Jokowi-Maruf Amin khusus soal Kartu Pra-Kerja, Kartu Kuliah, dan Kartu Sembako Murah. Hanya, kata Aria, Sandi ingin semua kartu tersebut masuk dalam satu kartu yakni KTP -el dengan single identity-nya.

“Itu kan teknis, tetapi programnya setuju. Nanti, saya nggak banyak kartu, saya hanya satu kartu, itu kan teknis, tetapi cocok dengan program Jokowi-Maruf Amin,” jelas Aria.

Karena itu, menurut Aria, pasangan Prabowo-Sandiaga berbeda jauh dengan pasangan Jokowi-Maruf. Aria menilai, Maruf Amin sudah berhasil menyampaikan dengan benar dan tepat visi, misi dan program Jokowi sebagai capres, seperti Kartu Kuliah, Kartu Sembako Murah, dan Kartu Pra-Kerja.

Sementara di kubu paslon 02 terjadi dualisme pemikiran, hal tersebut menunjukkan ketidakompakan dan tingginya ambisi pribadi melebihi kepentingan rakyat yang harusnya menjadi prioritas. Kondisi ini harus menjadi perhatian bagi masyarakat agar berpikir ulang dalam menentukan pilihan calon Presiden dan Wakilnya yang seharusnya menunjukkan diri sebagai pemimpin bukan penguasa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here