Ketika Joko Widodo Presiden Indonesia Pertama Ke Asmat Disambut Jokowi Kecil

536 Pemirsa

Bidikdata – Kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) Ke Papua ternyata tidak kalah gegap gempita nya saat melakukan touring di Sukabumi pekan ini. Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana menyempatkan diri keliling Kabupaten Asmat di Papua dengan berboncengan mengendarai sepeda motor listrik.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat PresidenBey Machmudin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, menyebutkansaat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Asmat pada Kamis, 12 Maret 2018, Presiden dan Ibu Negara Iriana berboncengan menggunakan sepeda motor listrik.

Presiden memboncengkan Ibu Negara Iriana dengan motor listrik berwarna merah menuju Aula Wiyata Mandala, Dinas Pendidikan Kabupaten Asmat yang berjarak 2,8 kilometer. Di sepanjang jalan, banyak warga yang menyambut kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Presiden dan Ibu Negara Iriana yang keduanya mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih dan celana panjang berwarna gelap serta menggunakan helm berwarna putih, sesekali melambaikan tangan membalas sapaan warga. Saat tiba di aula, Presiden dan Ibu Negara Iriana menyaksikan langsung pemberian makanan tambahan kepada anak-anak dan ibu-ibu.

Selanjutnya mereka berdialog dengan para ibu bahkan beberapa kali Presiden menggendong anak-anak. Dari aula tersebut, Presiden dan Ibu Negara Iriana melanjutkan perjalanan dengan motor listrik berwarna merah menuju proyek infrastruktur di Kampung Kayeh.

Di sini tengah dibangun berbagai proyek infrastruktur untuk Kabupaten Asmat, di antaranya jembatan gantung. Saat menuju proyek ini, Presiden harus mengendarai motor listrik itu melewati jembatan panjang yang terbuat dari kayu dan hanya memiliki lebar tidak lebih dari 3 meter.

Ketika tengah menuju proyek infrastruktur, Presiden dan Ibu Negara Iriana disambut tari-tarian oleh warga. Usai meninjau Kampung Kayeh, Presiden dan Ibu Negara Iriana bersama rombongan menyeberangi sungai ke lokasi pembangunan 114 unit rumah khusus yang telah dibangun sejak 2016 dengan biaya Rp19,9 miliar di Kampung Amanamkai, Distrik Atjs dan Kampung Syuru, Distrik Agats sebanyak 114 Unit dengan menggunakan speed boat.

Tercatat tahun ini kembali dibangun sebanyak 100 unit rumah khusus yang tersebar di 4 kampung, yakni Kampung Priend Distrik Fayid (34 unit), Kampung Ass dan Kampung Atat Distrik Pulau Tiga (33 unit), dan Kampung Warkai Distrik Betsbamu (33 unit). Salah satu penyebab penduduk enggan berpindah ke lokasi rumah khusus yang telah dibangun adalah belum adanya jembatan penghubung antar kampung yang terpisahkan sungai.

Oleh karena itu akan dibangun 4 jembatan gantung dengan anggaran Rp46 miliar berlokasi di Kampung Syuru Baru Distrik Agats (72 meter), Kampung Yerfum Distrik Der Koumor (72 meter), Kampung Hainam Distrik Pantai Kasuari (120 meter), dan Kampung Sawaerma (96 meter). Jalan panggung dari kayu yang sudah lapuk juga akan diperbaiki dengan jalan beton dengan teknologi pracetak sepanjang sekitar 12 km dengan lebar rata-rata 4 meter.

Untuk infrastruktur jembatan gantung menerobos ke arah permukiman akan memutari kota ini sepanjang kurang lebih 12 kilometer. Semuanya disokong oleh beton, lebih awet dan kita ingin tata ruang di Kabupaten Asmat bisa lebih tertata kotanya, ujar Kepala Negara.

Saat akan kembali ke Kampung Kayeh, Presiden bertemu dengan Jokowi, seorang anak berusia 3 tahun. Presiden pun sempat menggendong Jokowi. Jokowi ini lahir saat saya dilantik jadi Presiden, ucap Presiden. 20 Oktober 2014 berarti ya Pak, ucap wartawan.

Ketika Presiden dan Ibu Negara Iriana akan kembali ke helipad untuk melanjutkan perjalanan dengan menggunakan motor listrik, hujan turun dengan lebatnya. Presiden pun tetap memacu motor listriknya sejauh 3,5 kilometer. Pukul 15.03WIT, dengan menumpangi helikopter Super Puma Presiden meninggalkan Kabupaten Asmat menuju Timika, Kabupaten Mimika untuk berganti Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 menuju Sorong, Papua Barat.

Atas kunjungan Presiden Jokowi tersebut – Suku Asmat, Papua memberi gelar khusus untuk Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi. Tidak tanggung-tanggung, gelar Panglima Perang pun disematkan. Pemberian gelar ini dilakukan saat Jokowi tiba di Pelabuhan Agats, Asmat, Papua, Kamis (12/4).

Saat turun dari helikopter kepresidenan, Jokowi dan Ibu Negara Iriana Jokowi disambut upacara adat suku Asmat. Upacara penyambutan ini sekaligus mengukuhkan Jokowi sebagai Kambepit atau Panglima Perang Asmat. Pemberian gelar ini dilakukan tetua adat adat Asmat.

“Besar harapan kami, Bapak Panglima Perang membawa masa depan yang lebih baik,” kata Wakil Bupati Asmat, Thomas E Safano saat menerjemahkan pesan dari tetua adat Suku Asmat di Pelabuhan Agats, Asmat, Papua, Kamis (12/4/2018).

Dalam pemberian gelar ini, Jokowi juga menerima dayung berhias dan noken khas suku Asmat. Dayung tersebut dimaksudkan sebagai simbol kepemimpinan panglima perang dalam mendayung perahu rakyat suku Asmat.

Dikesempatan lain seperti biasanya untuk menggalakkan percepatan sertifikasi tanah untuk rakyat, Presiden Jokowi juga telah membagikan 3000 sertifikat tanah untuk warga Papua. Presiden mengingatkan penerima sertifikat tanah di Papua untuk menyimpang surat sertifikatnya dengan baik dan benar.

“Kalau sudah mendapatkan sertifikat tolong ini dimasukkan ke dalam plastik. Sehingga jika atap rumah bocor dan gentengnya bocor sertifikat tak rusak,” jelas Presiden Jokowi sebelum membagikan sertifikat secara simbolis kepada 12 orang penerima sertifikat, di Lapangan Upacara Kantor Bupati Jayapura, Rabu 11 April 2018.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here