Ketika Jokowi Jawab Isu PKI, Utang Negeri, NKRI Bubar, Kaos dan Infrastruktur

Ketika Jokowi Jawab Isu PKI, Utang Negeri, NKRI Bubar, Kaos dan Infrastruktur
226 Pemirsa

Berbagai gerakan untuk mengdiskreditkan dirinya ternyata ditanggapai santai oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) seperti gerakan ‘2019gantipresiden’ yang dibuat dalam bentuk gelang, hingga kaos yang disponsori oleh kubu oposisi PKS dan Gerindra.

Di hadapan relawan, Jokowi menyindir pihak yang ingin mengganti presiden lewat kaos tersebut, “Sekarang isu kaos ganti presiden 2019. Masa dengan kaos bisa ganti presiden,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4).

Jokowi menegaskan, hanya dua hal yang bisa mendorong pergantian Presiden. Yakni rakyat dan kehendak Tuhan. Kaos tidak bisa mendorong pergantian Presiden.

“Masa pakai kaos bisa ganti Presiden, enggak bisa,” ucapnya disambut tepuk tangan para relawan Galang Kemajuan Jokowi.

Hal-hal tersebut menurut Jokowi mereka menggunakan cara tidak beradab untuk memperlemah posisi lawan. Jokowi mencontohkan sejumlah isu miring pernah dialamatkan kepada dirinya. Mulai dari tuduhan Jokowi sebagai antek asing hingga dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Namun, Presiden menegaskan, seluruh isu negatif tersebut tidak terbukti. “Isu antek asing. Dituduh-tuduhi ke saya, Jokowi itu antek asing. Gagal, lalu hilang. Muncul lagi, Jokowi itu antek aseng. Gagal, hilang lagi,” katanya. “Masih ada lagi isu PKI. Saya jawab di pesantren-pesantren, waktu PKI dibubarkan, saya ini baru berumur 3 atau 4 tahun. Mana ada PKI balita,” tambahnya.

Bahkan, Presiden memperlihatkan sebuah foto pimpinan PKI DN Aidit sedang berpidato yang marak beredar di media sosial kepada relawan. Ada sesosok orang di dalam foto yang diisukan sebagai sosok Jokowi. Menurut Jokowi, isu itu tidak masuk akal. Sebab, ia masih balita saat foto tersebut diambil.

“Ini waktu DN Aidit pidato tahun 1955. Saya, kan, ya ngecek, ini foto tahun berapa? Ternyata tahun ’55, saya dibilangnya berjejer dengan DN Aidit. Tahun segitu saya umur berapa? Ini isu apa? Enggak beradab seperti itu,” kata Jokowi.

Sementara itu terkait isu Indonesia bubar pada tahun 2030 yang dicetuskan oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Presiden Jokowi mengatakan isu Indonesia bubar tahun 2030 adalah bentuk pesimistis.

Menurut Presiden Jokowi Pemimpin harus memberi optimisme dan semangat kepada rakyat meskipun tantangan berat. Indonesia justru sedang bergerak ke sebuah titik terang sehingga seluruh rakyat diharapkan bersama-sama bekerja keras demi mencapai titik terang tersebut.

Indonesia akan menjadi negara yang besar dan kuat ekonominya dengan melalui segala ujian dan tantangan serta rintangan karena sebuah negara maju menjalani proses dengan terus berusaha dan tidak bermalas-malasan karena tidak ada yang instan.

Terkait isu peningkatan utang negara, Presiden Jokowi mengatakan sejak dilantik menjadi Presiden, Indonesia memiliki utang Rp 2,7 T dimana nilai tersebut terus membengkak akibat adanya bunga per tahun Rp 250 T sehingga untuk 4 tahun sudah bertambah 1.000.

Dirinya meminta masyarakat berpikir jernih terkait isu utang negara selama dia memimpin karena tidak mungkin dirinya menambah utang negara dalam jumlah besar.

“Isu utang, saya dilantik itu utangnya sudah Rp 2.700 triliun, ya saya ngomong apa adanya. Bunganya setiap tahun Rp 250 triliun. Kalau empat tahun sudah tambah seribu. Ngerti ndak ini? Supaya ngerti, jangan dipikir saya utang segede itu, enak aja,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu (7/4/2018) lalu.

Adapun mengenai isu infrastruktur yang tidak beres, Presiden Jokowi mengatakan dirinya menyadari pembangunan proyek infrastruktur di beberapa wilayah tidak selalu berjalan mulus namun hal tersebut akan terus dibenahi.

“Kita mengerti semuanya, bahwa membangun itu kadang-kadang ada yang salah, ada yang khilaf, ya itu yang kita benahi. Kita itu manusia biasa yang penuh dengan kesalahan dan kekurangan,” kata presiden.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here