Ketika Kabar Kematian Raja Hoax Tidak Dipercaya Media

0
400

Bidik Data – Seorang pemuda yang sangat berpengaruh dalam pembuatan berita palsu telah ditemukan meninggal di rumahnya di luar Phoeniex. Paul Horner seorang anak muda Amerika ini sudah lama dikenal sebagai raja hoax, paling jago menulis kabar muslihat, cerita yang memutar-balikkan fakta (fake news).

Surat kabar The Washington Post menulis, Paul pernah menipu publik dengan mengaku sebagai orang di balik pelukis misterius Banksy – seniman yang kerap meninggalkan jejak lukisan di tembok-tembok jalanan di Inggris dan Amerika, lukisan kartun satir nan cerdas yang kemudian sangat berharga.

Ia juga pernah seolah-olah memenangi undian jutaan dolar Powerball. Di lain waktu, ia mengaku sebagai remaja yang dipenjara gara-gara memukul lawan main game-nya. Dan terutama kabar-kabar bohong viral yang beredar di masa-masa sengitnya kampanye presiden Amerika Serikat. Ada kabar, Paul menyesal karena kabar-kabar yang dibuatnya justru membuat Donald Trump memenangi kursi Presiden AS.

Mirip-mirip kejadian di Indonesia yang dilakukan Paul Homer adalah, ia kerap menebar berita bohong dengan membangun situs-situs plesetan dari situs terkenal. Misalnya, plesetan dari ABS News dan CNN.

Sebegitu terkenalnya sebagai raja hoax, setiap kabar berkaitan dengan dirinya sudah tak dipercaya lagi oleh khalayak dan media Amerika.

Itulah yang terjadi ketika beberapa hari lalu, saudaranya menayangkan tulisan di Facebook bahwa Paul Horner meninggal dunia. Orang-orang menganggap kabar itu sebagai hoax terbaru dari Paul Horner.

Sebuah media, Phoenix New Times yang juga memuat berita itu, memberi catatan di akhir “belum memastikan kematian Paul Horner karena sumbernya hanya dari keluarga pemuda itu”. Phoenix rupanya khawatir jadi korban hoax.

The Post juga begitu. Reporternya datang ke kantor polisi untuk menanyakan berita yang dimuat Phoenix dan sejumlah media lainnya. Media besar ini tak ingin ikut menyebar hoax kematian Paul Homer.

Kepastian itu datang pada hari Selasa 26 September ketika kantor polisi Maricopa County yang melayani kediaman keluarga Paul Horner. Kantor polisi membenarkan bahwa pemuda berusia 38 tahun itu telah meninggal dunia di rumahnya di kawasan Phoenix pada 18 September 2017. Paul dinyatakan tewas karena penyalahgunaan obat.

Kematiannya baru dipercaya — bahkan oleh para wartawan — delapan hari semenjak ia ditemukan tewas di tempat tidur!

Kendati begitu, sejumlah media masih belum sepenuhnya percaya. Jangan-jangan ada Paul Horner lain di kota itu yang tewas.

Orang ini sudah terlalu sering menebar berita bohong, kabar kematiannya pun bisa jadi hoax belaka.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here