Ketua DPR Berharap Izin Operasi Kampus Asing di Indonesia Tidak Matikan Kampus Dalam Negeri

Bamsoet: Politik Uang Harus Dihindari Demi Demokrasi Berkualitas
179 Pemirsa

Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) memahami keinginan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Tanah Air. Salah satunya dengan memberikan izin operasi Perguruan Tinggi asing di Indonesia.

Bamsoet menilai apa yang direncanakan Menristekdikti diharapkan tidak berdampak negatif bagi perguruan tinggi di Tanah Air baik perguruan tinggi negeri maupun swasta.

“Kita tahu lah semangat Pak Menteri ingin memperbaiki kualitas pendidikan (di Indonesia),” ujar Bamsoet, saat ditemui di Gedung DPR RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/18).

Menurut Bamsoet, Menristekdikti seharusnya mencari langkah yang bisa meningkatkan kualitas pendidikan di dalam negeri, tanpa harus memunculkan kebijakan baru yang nantinya bisa saja menimbulkan polemik bagi dunia pendidikan di Indonesia.

“Sekarang justru harusnya tugas Menteri meningkatkan kualitas perguruan tinggi yang ada di tanah air,” tegas Bamsoet.

“Kita berharap kebijakan itu tidak mematikan perguruan tinggi yang sudah ada,” tambahnya.

Bamsoet menambahkan, Menristekdikti mestinya lebih fokus pada peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi. Permintaan tersebut lanjut Bamsoet bukan untuk menghalangi kerja sama pendidikan nasional.

Ia menyarankan agar kualitas pendidikan nasional terangkat, Menristekdikti harusnya melakukan pertukaran pengajar dosen atau prosfesor perguruan tinggi luar negeri yang terkenal, sehingga ada transfer knowledge

Sebelumnya, pemerintah bakal membuka peluang operasional perguruan tinggi asing di Indonesia. Kebijakan itu dilakukan dengan beberapa syarat.

“Kami memberikan kesempatan bagi perguruan tinggi asing khususnya universitas unggulan dunia untuk beroperasi di Indonesia. Jangan sampai ini dibilang model penjajahan gaya baru. Bukan begitu, karena intinya kolaborasi,” ujar Nasir dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/1/18).

Perguruan tinggi asing, lanjut Nasir, bisa beroperasi dengan syarat harus bekerja sama dengan perguruan tinggi di Tanah Air. Menurut dia, ada beberapa universitas unggulan yang telah tertarik dengan usulan ini seperti Universitas Cambridge, Universitas Melbourne, dan Universitas Quensland.

“Paling tidak ada sekitar lima hingga sepuluh perguruan tinggi asing. Kami menargetkan bisa beroperasi pada pertengahan tahun ini,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here