Ketum Golkar Sebut Demokrat Berpeluang Gabung ke Koalisi Jokowi

Ketum Golkar Sebut Demokrat Berpeluang Gabung ke Koalisi Jokowi
42 Pemirsa

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, Partai Demokrat berpeluang untuk bergabung dalam koalisi pengusung Presiden Joko Widodo pada Piklpres 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan Airlangga usai betemu Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono SBY), Selasa (10/7/2018) kemarin.

“Tentu beliau (SBY) menjanjikan juga. Masih terbuka opsi bergabung, ada opsi lain juga yang dipersiapkan. Jadi masih terbuka,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Menurut Airlangga pertemuannya dengan SBY bukan bertujuan membangun gerbong koalisi baru.

Airlangga memastikan, Golkar tetap mengusung Jokowi di Pilpres 2019. Kedatangannya ke kediaman SBY saat itu merupakan komunikasi politik yang wajar menjelang pendaftaran capres dan cawapres.

Hal ini lanjut dia merupakan hal yang wajar, karena dalam membangun koalisi harus memiliki kesamaan visi dan misi, dan hal itu yang saat ini tengah dibahas dengan Partai Demokrat.

Ia menambahkan saat ini gerbong koalisi Jokowi sudah cukup untuk mengusung pasangan calon, meski demikian bukan berarti menutup peluang bagi partai lain untuk bergabung.

Artinya, Golkar merasa perlu menjalin komunikasi politik dengan partai yang belum bergabung. “Hari ini kan koalisi pendukung Pak Presiden sudah cukup untuk mengusung Pak Presiden Tetapi kan kami sifatnya inklusif, melibatkan banyak pihak yang berperan. Nah tentu komunikasi-komunikasi ini dibangun,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Demokrat, Hinca Pandjaitan menuturkan, dalam pertemuan yang ikut didampingi olehnya itu membicarakan soal Pilpres untuk bertukar informasi. Hal tersebut dilakukan karena waktu untuk pendaftaran pasangan Capres dan Cawapres sudah semakin dekat.

“Semua paham bahwa waktunya (pendaftaran pemilu) sudah dekat sekali. Benar ada ajakan bergabung ke koalisi Pak Jokowi. Semua akan kami timbang-timbang,” ungkap Hinca.

Hinca menjelaskan, pembicaraan antara Airlangga dan SBY juga tidak membicarakan soal menteri atau penawaran apapun. Namun pembicaraan lebih menitikberatkan bagaimana sebaiknya koalisi itu dibangun sehingga lebih bersifat politik.

“Tidak ngomongin portofolio menteri, tapi kami ngomongin bagaimana baiknya koalisi itu dibangun. Tentulah koalisi harus duduk bersama-sama dan program kerja harus satu sama lain sepakat,” kata dia. Pertemuan Demokrat dengan Golkar tentunya akan memecah suara pihak oposisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here