Kinerja Industri Meningkat, Kemenperin Fasilitasi Alat Produksi Olahan Kopi

0
278

bidikdata.com – Sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri pengolahan kopi di dalam negeri, terutama yang berkategori industri kecil dan menengah (IKM), pemerintah melalui Kementerian Perindustrian akan memfasilitasi pemberian peralatan produksi dan peningkatan kompetensi sumber daya manusia.

Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia dan pertumbuhan kelas menengah mendorong kinerja industri pengolahan kopi di dalam negeri hingga mengalami peningkatan yang signifikan.

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, dengan didorong pertumbuhan masyarakat kelas menengah dan perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia, kinerja industri kopi dalam negeri mengalami peningkatan signifikan.

Berdasarkan catatan Menperin, pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan dalam negeri meningkat rata-rata tujuh persen per tahun, sedangkan ekspor produk kopi olahan pada 2014 mencapai 322,6 juta dollar AS, meningkat 10,6 persen menjadi 356,79 juta dollar AS pada 2016.

“Pertumbuhan konsumsi produk kopi olahan di dalam negeri meningkat rata-rata tujuh persen per tahun,” katanya.

Menperin menjelaskan, ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat, dengan negara tujuan ekspor mulai dari Mesir, Taiwan, Thailand, Malaysia, Filipina, dan Singapura.

Sementara, dari sisi produksi kopi, Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar keempat di dunia setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia dengan produksi rata-rata sebesar 685 ribu ton pertahun atau 8,9 persen dari produksi kopi dunia.

Untuk memacu industri pengolahan kopi, Kementerian Perindustrian telah memfasilitasi melalui beberapa kebijakan yaitu industri salah satunya pengolahan kopi masuk dalam industri pangan dan prioritas untuk dikembangkan sesuai dengan PP No.14 Tahun 2015 tentang Rencana Induk Pembangunan Industri Nasional 2015-2035 pada 5 tahun.

Adapun konsumsi kopi masyarakat Indonesia rata-rata baru mencapai 1,2 kilogram per kapita per tahun. Tentunya ini jauh dibawah negara – negara pengimpor kopi seperti USA 4,3 kg, Jepang 3,4 kg, Austria 7,6 kg, Belgia 8,0 kg, Norwegia 10,6 Kg dan Finlandia 11,4 Kg per kapita per tahun.

Sementara itu, dalam rangka mendorong kinerja industri kopi dalam negeri, pemerintah memberikan fasilitas berupa pajak penghasilan untuk investasi baru industri pengolahan kopi di beberapa daerah luar Jawa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here