Komnas HAM Minta Stop Informasi Provokasi di Wamena

Komnas HAM Minta Stop Informasi Provokasi di Wamena
Komnas HAM Minta Stop Informasi Provokasi di Wamena
157 Pemirsa

Pasca-kerusuhan kondisi Wamena, Papua kini berangsur kondusif. Meski demikian, saat ini fokusnya adalah bagaimana menangkal kabar negatif atau hoaks yang disebarkan ke masyarakat luas.

Kepala Komnas HAM perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan, informasi negatif atau hoaks, justru hanya memperkeruh keadaan.

“Jikalau ada di antara para pengungsi mengalami insiden langsung saat kejadian. Sebaiknya jangan menyebarkan informasi atau kabar yang bernada provokasi lagi, karena itu akan memunculkan sentimen baru dan dampak negatif lainnya,” kata Frits dalam keterangannya, Senin (7/10).

Informasi yang diberikan para pengungsi lanjut Frits mengatakan, seringkali malah dimanfaatkan hingga diputarbalikkan oleh kelompok tertentu. Hal itu tentu mengkhawatirkan, mengingat masyarakat saat ini mudah sekali tersulut berita-berita provokatif yang akhirnya memicu tindak kekerasan, kebencian, dendam dan sentimen baru lainnya.

“Oleh karena itu, pemerintah kabupaten dan kota mesti mencegah kelompok-kelompok atau aktor yang berpotensi meresahkan masyarakat. Buka komunikasi dengan baik supaya warga mendapat jaminan bahwa kerusuhan tidak akan terjadi lagi,” tegasnya.

Terkait kondisi keamanan disana, Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw sendiri telah berkeliling ke sejumlah wilayah d Kota Wamena. Termasuk ke Ilagma dan pengungsian di Nduga. Untuk aktivitas sekolah, dipastikan perlahan telah kembali dijalankan.

Menurut Paulus, para guru sudah kembali mengajar tanpa perasaan takut dan khawatir berlebihan.

“Sekolah sudah beberapa yang melayani namun belum maksimal muridnya, survei, bersih-bersih lingkungan. Tadi saya jumpa dengan SMA Negeri 1, SMA PGRI tempat yang dulu masalah, kemudian juga guru-guru,” kata Paulus.

Selain pendidikan, geliat perekonomian juga kembali terbangun. Ini membuktikan situasi disana sudah semakin baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here