KPK Bantah Prabowo yang Samakan Korupsi dengan Kanker Stadium 4

0
38
KPK Bantah Prabowo yang Samakan Korupsi dengan Kanker Stadium 4

Bidikdata – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cukup gerah dengan bualan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyebut Indonesia telah masuk kategori darurat korupsi dengan istilah korupsi di Indonesia seperti kanker stadium empat.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyatakan, cara mengukur tingkat korupsi di sebuah negara, termasuk Indonesia bukan dengan istilah penyakit kanker. Tolak ukur yang biasa digunakan banyak negara di dunia adalah Indeks Persepsi Korupsi (IPK), yang dikeluarkan Transparency International (TI) setiap tahunnya.

“Ukuran korupsi itu beda dengan ukuran penyakit kanker, stadium satu, dua, tiga, empat. Ukuran korupsi itu harus dilihat dari corruption perception index kita,” jelas Laode di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (5/12/2018).

Laode mengatakan, meskipun RI masih termasuk negara tingkat korupsi yang cukup tinggi, namun RI juga merupakan negara yang mendapat skor IPK tinggi di kawasan ASEAN dengan menempati urutan ketiga mengalahkan Thailand serta Filipina.

Oleh karena itu, kata Laode meminta semua pihak untuk menggunakan tolak ukur yang biasa digunakan untuk menilai tingkat korupsi di dunia. Menurut dia, jangan menggunakan penilaian tingkat korupsi yang tak biasa digunakan pada umumnya.

“Tetapi apakah itu stadium empat atau tiga lebih bagus kita pakai standar yang corruption perception index dibanding kita memakai standar yang enggak pernah dipakai untuk mengukur tingkat korupsi suatu negara,” kata dia.

Pernyataan Prabowo tersebut juga direspons oleh Presiden Joko Widodo usai membuka acara Hari Antikorupsi Sedunia 2018, di Hotel Bidakara, Jakarta.

Jokowi mengatakan skor IPK Indonesia terus membaik dari tahun ke tahun. Menurut Jokowi, skor IPK Indonesia dari yang terburuk di ASEAN pada 1998, kini membaik dengan skor 37 pada 2017 lalu.

“Skor kita dari yang terjelek se-ASEAN, sekarang naik menjadi ke angka 37 dan ini patut disyukuri. Jangan sampai ada yang bilang korupsi kita stadium 4, tidak ada. Memang banyak yang kita perlu perbaiki dan benahi, tapi ada peningkatan seperti itu kita tidak boleh tutup mata,” tegas Jokowi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here