KPK Tetapkan Cawagub Sumut Ijek Shah Tersangka Kasus Suap Bansos

KPK Tetapkan Cawagub Sumut Ijek Shah Tersangka Kasus Suap Bansos
582 Pemirsa

Debat publik ketiga Pilgub Sumatera Utara 2018 Selasa (19/6/2018) malam kemarin mengangkat tema ‘Penegakan Hukum dan HAM’.

Masing-masing paslon diminta menjelaskan soal gambar yang ditayangkan pada sesi ketiga. Dalam tayangan tersebut terdapat gambar sebuah kursi dikelilingi sejumlah orang yang menghamburkan uang.

Moderatot meminta kandidat pertama yakni Paslon nomor 2 untuk menjelaskan dan menanggapinya.

Cagubsu Djarot Saiful Hidayat memberikan pernyataan menyindir. Djarot membahas permasalahan pusaran korupsi di Sumatera Utara.

“Gambar ini menunjukkan keprihatinan kita bersama atas korupsi berjamaah. Dalam masa kepemimpinan Gubernur Sebelumnya, Gatot Pujinugroho telah terjadi korupsi yang sangat massif dan berjamaah. dia (Gatot) menghamburkan dana bansos dan dana hibah. Inilah yang terjadi. Jelas ini melanggar hak asasi manusia karena kepentingan masyarakat terbengkalai karena uangnya dikorupsi,” ungkap Djarot di Hotel Premier Santika Dyandra Hotel, Medan, Selasa (19/6/2018).

“Bagaimana kita mau membicarakan masalah hukum kalau mohon maaf, Pak Ijeck dipanggil KPK untuk dimintai keterangan,” tambah Djarot.

Seraya menambahkan Cawagub Sihar Sitorus mengatakan, akibat kasus ini, Sumut menjadi perhatian KPK. Katanya, KPK merilis, bahwa 32 provinsi menjadi perhatian pemantauan KPK. Salah satunya adalah Sumut.

“Oleh karena itu, kami Djarot-Sihar akan membuat suatu sistem. Sistem e-budgeting, sistem e-planning, sistem e-program and e-katalog. Supaya tidak terjadi kasus korupsi seperti ini,” tegasnya.

Peristiwa kelam Sumatera Utara terkait kasus korupsi berjamaah yang menjerat mantan Gubernur Sumut, Gatot Pudjo Nugroho beserta sebagian besar anggota DPRD periode 2009-2014, diharapkan yang terakhir dan tak terjadi lagi ke depannya.

Seperti diketahui KPK memastikan semua yang telah diperiksa sebagai saksi untuk 38 tersangka ‘jilid III’ terkait suap pengesahan APBD Pemprovsu dan interplasi oleh mantan Gubsu, Gatot Pujo Nugroho, akan jadi tersangka dan ditahan. Termasuk pihak swasta, Musa Rajeckshah alias Ijek dan ayahnya, Anif Shah selaku terduga ‘bandar suap’ saat Ajib Shah Ketua DPRD Sumatera Utara (Sumut) tersebut.

“Pengembalian uang (suap) tak menghentikan perkara. Hanya kemungkinan mengurangi hukuman. Semua pasti ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Ya.., termsuk MRS (Musa Rajeksahah) dan ayahnya (anif Shah),” tegas Ketua KPK, Agus Rahardjo, pada saat itu (28/5).

Untuk Sumut yang lebih baik, masyarakat diharapkan agar nantinya bisa bijak memilih calon pemimpin yang representative, berkualitas dan tidak memiliki kasus hukum apalagi terkait dengan tindak pidana korupsi.

Calon pemimpin yang tersangkut kasus korupsi hanya akan meningkatkan potensi korupsi yang lebih besar dan menghambat pembangunan daerah.

Sebelumnya, Musa juga pernah diperiksa KPK terkait sejumlah kasus korupsi seperti pemerasan, penggelapan pajak serta menerima suap. Artinya tidak layak seorang calon pemimpin memiliki catatan keterlibatan di dalam sejumlah kasus korupsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here