KPU Tunda Pilkada di 14 Daerah, Penyebabnya Faktor Keamanan Hingga Bencana Alam

KPU Tunda Pilkada di 14 Daerah, Penyebabnya Faktor Keamanan Hingga Bencana Alam
97 Pemirsa

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunda pemungutan suara Pilkada Serentak 2018 di 14 daerah di wilayah Indonesia. Penundaan ini disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari aspek keamanan, bencana alam hingga penetapan calon.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, berdasarkan data KPU menyebut ke 14 daerah yang mengalami penundaan adalah Kabupaten Paniai, Nduga, Bone, Tolikara, Deiyai, Yahukimo, Lanny Jaya, Mimika, Jayawijaya, Rokan Hulu, Morowali, Keerom, Kota Jayapura, dan Kota Tangerang.

Wahyu menyoroti persoalan penetapan calon terjadi di pemilihan calon Bupati Paniai, Papua sehingga dengan adanya persoalan itu berdampak pada aspek keamanan dan pendistribusian logistik.

“Terdapat permasalahan yang berimplikasi pada aspek keamanan,” ujarnya saat jumpa pers di Kantor KPU, Jakarta, Jumat (29/6/2018).

Penundaan yang terjadi di Kabupaten Nduga karena keterlambatan logistik akibat konflik. Sehingga pemilihan di Kabupaten Nduga hanya terlaksana di tiga distrik.

“Logistik hanya dapat sampai di ibu kota Kabupaten saja, namun tidak bisa terdistribusi ke daerah lain akibat adanya konflik,” kata Wahyu.

Selain itu, kendala di beberapa daerah lainnya juga terjadi, mulai dari bencana alam hingga kekurangan logistik.

Menurut data KPU, kendala karena bencana terdapat pada Kota Jayapura, Kabupaten Bone dan Kabupaten Rokan Hulu.

Sedangkan keterlambatan logistik terjadi di tujuh daerah, yaitu Kabupaten Nduga, Kabupaten Bone kecamatan Bontocani, Kabupaten Tolikara, Deiyai, Yahukimo, Lanny Jaya, Kabupaten Rokam Hulu, dan Kota Tangerang.

Di Mimika, pemungutan suara tertunda karena ada pembakaran surat suara di salah satu TPS.

Terakhir di Kabupaten Jayawijaya, Pilkada ditunda karena KPPS telah mencoblos surat suara sebelum hari H pemungutan suara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here