MAKI akan Laporkan Cak Imin ke KPK

38 Pemirsa

Bidikdata – Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) akan melaporkan keterlibatan mantan Menakertrans Muhaimin Iskandar alias Cak Imin terkait dugaan korupsi di  Direktorat Pembinaan dan Pengembangan Kawasan Transmigrasi (P2KT) Kemanakertans pada tahun 2014 ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada hari ini (Rabu, 25/4).

Selain itu KPK sendiri juga pernah merilis dugaan keterlibatan Cak Imin yang mendapatkan setoran uang sebesar Rp400 juta dari dari mantan Direktur Jenderal P2KTrans, Jamaluddien Malik saat Cak Imin masih menjabat sebagai Menakertrans RI.

“Kami mendesak pengembangan perkara tindak pidana korupsi terkait suap yang melibatkan terdakwa Jamaludin Malik. Sementara Menakertrans saat itu Muhaimin Iskandar terindikasi terlibat,” kata Koordinator MAKI Boyamin Saiman.

Boyamin menambahkan, Cak Imin hingga kini belum jua ditetapkan sebagai tersangka atas kasus tersebut, sementara faktanya sudah jelas.

“Fakta-fakta hukum itu terungkap kelas dalam putusan Jamaludin Malik,” tambahnya.

Atas dasar tersebut MAKI meminta KPK untuk melakukan penegakan hukum berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku yakni pasal 6 dan 41 UU KPK soal penyelidikan yang dilakukan KPK.

“Jika tidak ditanggapi kami akan mengajukan praperadilan sebagaimana kasus Century,” pungkasnya.

Jamaludin Malik yang mantan dirjen P2KT Kemenakertrans dinyatakan terbukti menerima Rp 21,38 miliar dari anak buahnya, pihak swasta, dan kepala daerah pada periode 2012-2014. Hakim pun menvonisnya pidana enam tahun penjara dan denda sebesar Rp 200 juta subsidair satu bulan kurungan pada 30 Maret 2016. Jamaluddin telah mendapatkan divonis hukuman dari kasus tersebut, sehingga para pelaku lain juga harus diusut hingga tuntas

Nama Cak Imin disebut dalam dakwaan Jamaluddien Malik, dimana Jaksa KPK menyebut bahwa Jamaluddien Malik melakukan tindak pidana korupsi di Kemenakertrans bersama-sama dengan Muhaimin Iskandar, Achmad Hudri, dan beberapa pejabat di Kemenakertrans periode 2013.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here