Masyarakat Aceh Tak Pilih Pemimpin dengan Tradisi Kekerasan

Perayaan Nyepi Bagian dari Bhinneka Tunggal Ika
Perayaan Nyepi Bagian dari Bhinneka Tunggal Ika
23 Pemirsa

Sejak dulu masyarakat Aceh memiliki tradisi yang kuat dalam nilai-nilai keislaman. Pada abad pertengahan pun masyarakat Aceh sudah memiliki semangat gigih untuk menjadikan peradaban Nusantara berdasarkan dengan nilai-nilai Islam.

Menurut Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto, dengan tradisi itu makanmasyarakat Aceh diyakini takkan memilih pemimpin dengan tradisi kekerasan di masa lalu. Sehingga, hal itu akan menentukan calon pemimpin yang akan dipilih masyarakat Aceh di Pilpres 2019.

“Kami yakin masyarakat Aceh begitu tidak suka dengan tradisi kekerasan,” kata Hasto di Blangpidie, Aceh, Kamis (7/3/2019).

Hasto menuturkan, masyarakat Aceh akan lebih memilih pemimpin yang punya semangat keislaman yang kuat.

“Kita lihat, Walisongo dari Aceh saja ada. Ada Syarif Hidayatullah dan Syekh Maulana Ibrahim itu dari Aceh. Orang Aceh akan mempertahankan tradisi ini. Plus mereka tidak akan memilih pemimpin dengan tradisi kekerasan,” ujarnya.

Dalam safari kebangsaan di Aceh, Hasto menekankan bersama para tokoh dan ulama untuk membersihkan informasi hoaks dan siap menyampaikan hal yang baik-baik bersama para relawan dan partai politik pendukung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here