Masyarakat Internasional Mengakui Papua Bagian dari NKRI

Masyarakat Internasional Mengakui Papua Bagian dari NKRI
Masyarakat Internasional Mengakui Papua Bagian dari NKRI
42 Pemirsa

Dua mahasiswa Papua, Sabby Kosay dan Yeremia Kagoya menegaskan posisi Papua sebagai bagian dari NKRI.

Berdasarkan hasil Peristiwa Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969, Papua resmi menjadi bagian NKRI sah dan final. Yang mana tak ada yang bisa mengganggu gugat keputusan ini.

Apalagi keabsahanya telah diakui masyarakat Internasional juga negara-negara sahabat.

Pepera tahun 1969 menandai sejarah baru di wilayah Papua bagian barat. Referendum-pun dilakukan guna menentukan apakah Irian Barat bersedia bergabung dengan Republik Indonesia atau akankah merdeka dan berdiri sendiri. Papua Barat akhirnya menyatakan diri menjadi bagian dari NKRI kendati proses dan validitas hasil Pepera masih menimbulkan pro dan kontra.

Terlepas dari semua itu, bukti dan fakta telah berbicara Papua merupakan bagian integral NKRI, resmi, sah dan final secara hukum internasional. Bahkan secara yuridis serta historis. Sehingga seharusnya tak ada lagi keraguan akan pernyataan tersebut. Apalagi menentang hasil Pepera akan Papua ini berarti melawan PBB.

Hasil Pepera telah final dan sah serta diakui oleh masyarakat Internasional. Sehingga tak ada suatu apapun yang bisa membuat Papua lepas dari NKRI.

Sabby Kosay, mahasiswa Papua di Yogyakarta menyatakan kisruh disintegrasi getol digaungkan kelompok separatis. Gerakan itu membuat banyak pihak geram. Termasuk Menhan Ryamizard Ryacudu. Yang mana ikut menegaskan jika Papua ialah bagian integral NKRI sampai kapanpun juga. Sehingga tak ada yang bisa mengganggu gugat ketetapan ini.

Hal ini sejalan dengan pernyataan Presiden Jokowi, yakni pemerintah akan menjaga Papua agar tetap menjadi wilayah yang aman dan damai dalam bingkai NKRI.

Sehingga tidak ada celah maupun kemungkinan Papua untuk lepas dari tanah air, Indonesia. Pihaknya juga mengatakan bahwa untuk menjamin situasi keamanan yang kondusif di wilayah Papua telah didesain pendekatan smart power. Sistem ini berbasis semesta kaitannya dengan kombinasi sinergis antara pembangunan soff power dengan hard power.

Menilik jauh sebelum kemerdekaan Indonesia, pendapat tokoh pejuang Papua, Ramses Ohee juga memaparkan fakta sejarah. Yang menunjukkan keinginan rakyat Papua untuk bergabung dengan Indonesia telah muncul sejak pelaksanaan Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober 1928.

Namun, disayangkan masih ada yang berpendapat jika Sumpah Pemuda ini tidak dihadiri oleh para Pemuda Papua. Namun kenyataannya, Ramses menegaskan jika para pemuda Papua ini hadir serta berikrar bersama dengan seluruh pemuda dari daerah lainnya.

Fakta-fakta serta sejarah perjuangan Indonesia ini adalah sebagai bukti nyata bahwa Papua merupakan bagian dari Indonesia serta tak bisa diutak-atik lagi.

Meski banyak pihak yang menyangkal keputusan ini, termasuk OPM. Pun mencari aneka dukungan internasional guna menggoyang keamanan dan menciptakan opini yang melenceng dari kenyataan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here