May Day 1 Mei ada Parade Kebudayaan Nusantara

122 Pemirsa

Tangerang – Memperingati hari buruh sedunia (may Day) pada 1 Mei 2017 mendatang Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) meyakinkan bahwa peringatan tersebut akan berlangsung aman dan damai. Tak hanya di Jakarta, bahkan di daerah-daerah turut serta menggelar aksi serupa.

Selama ini hari buruh identik dengan aksi unjuk rasa yang terkesan negatif. Namun kali ini dapat diubah menjadi sebuah perayaan semacam karnaval agar citra pergerakan buruh menjadi lebih positif dan menarik.

Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea menyatakan, aksi peringatan May Day 2017 akan berbeda dengan tahun sebelumnya. Andi menegaskan, aksi awal Mei mendatang itu akan berjalan aman.

Pernyataan itu disampaikan langsung di hadapan Presiden Joko Widodo yang menghadiri acara peletakan batu pertama atau ground breaking pembangunan Rumah Susun Sederhana Milik (Rusunami) masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

“Dulu banyak yang takut (aksi buruh). Saya pastikan May Day 2017 tidak akan mengganggu ketertiban umum,” kata Andi di Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (27/4).

Massa buruh tidak akan mengisi ‘May Day’ dengan orasi-orasi politik seperti hari buruh yang sebelumnya, melainkan akan diisi dengan parade kebudayaan nusantara.

Setiap tahun, kawasan di depan Istana Merdeka Jakarta memang selalu menjadi titik utama aksi buruh tiap May Day.

“Kami akan selenggarakan parade kebudayaan. Ada marching band di jalan-jalan, sampai ke Istana. Ada juga Pencak Silat dan lain-lain,” tambah Andi.

Pada pelaksanaan demonstrasi Hari Buruh sebelumnya, ribuan buruh menggelar aksi jalan kaki (long march) dari Bundaran Hotel Indonesia hingga ke depan Istana Merdeka. Aksi itu disertai penyampaian tuntutan-tuntutan mereka kepada pemerintah.

Menyambut parade festival pada 1 Mei nanti, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan perayaan May Day dalam bentuk karnaval bisa mengundang antusiasme masyarakat. Apalagi, pemerintah telah menetapkan bahwa 1 Mei adalah Hari Libur Nasional.

Menaker juga mengajak buruh untuk mengubah paradigma lama, yaitu paradigma yang selalu memperhadapkan perjuangan buruh untuk melawan pemerintah dan dunia usaha.

“Selama ini saya melihat gerakan buruh selalu dihadap-hadapkan dengan pemerintah. Gerakan buruh selalu dihadapkan dengan dunia usaha,” ujar Hanif.

Menaker menilai, idealnya pergerakan buruh beralih dari paradigma berhadap-hadapan menjadi paradigma kerja sama. Apalagi, menurut Menaker, pemerintah ingin mendorong percepatan transformasi dari paradigma yang berhadap-hadapan kepada paradigma kerja sama.

‚ÄúDengan paradigma kerja sama maka buruh bisa mengambil peranan yang lebih dalam ikut menentukan arah kebijakan pemerintah. Bagaimana buruh bisa mengambil peranan yang lebih untuk ikut menentukan kebijakan-kebijakan pemerintah,” katanya.

Meski akan berjalan aman, Polda Metro Jaya tetap akan menyiapkan pengamanan sebelum dan sesudah untuk kegiatan aksi pada hari buruh berlangsung.

“Untuk peringatan may day sudah kita persiapkan pengamanan yang cukup ya, nanti ada rapat untuk kepastiannya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis (27/4/17).

Pihak Polda Metro Jaya mengimbau agar massa buruh merayakan hari buruh untuk berlibur ketimbang melakukan aksi unjuk rasa. “Unjuk rasa boleh saja, diatur dalam undang-undang. Tapi sebaiknya hari buruh ini digunakan untuk menikmati liburan,” katanya.

Sementara 3.000 buruh yang tergabung dalam Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut) dipastikan turun ke jalan dengan menggelar aksi.

Aksi ini nantinya akan berpusat di Medan dengan tujuan Kantor Gubernur Sumatera Utara, Kantor DPRD Sumut dan Bundaran Jalan Gatot Subroto Medan. Kendati 1 Mei bertepatan dengan libur nasional, aksi tersebut tidak akan menyurutkan mereka untuk menyuarakan aspirasi.

“Walau pemerintah sudah meliburkan buruh pada 1 Mei, bukan berarti buruh harus tidur, kami akan turun kejalan karena pemerintah belum menyejahterahkan rakyatnya khususnya kaum buruh,” kata Ketua DPW FSPMI Sumut Willy Agus Utomo, kepada para wartawan di Medan.