Menag Imbau Masyarakat Hormati Perayaan Imlek dan Cap Gomeh

Menag Imbau Masyarakat Hormati Perayaan Imlek dan Cap Gomeh
Menag Imbau Masyarakat Hormati Perayaan Imlek dan Cap Gomeh
231 Pemirsa

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengimbau semua pihak saling menghargai antarumat beragama. Imbauan tersebut menyikapi seruan yang beredar agar pemerintah tidak memfasilitasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh di Kota Bogor.

“Saya mengajak semua kita untuk saling menghargai, menghormati, tradisi yang sudah cukup lama ada dan hidup di tengah-tengah kita,” pinta Lukman di Perpusnas, Gambir, Jakarta Pusat, Senin (28/1/2019).

Selama ini kata Lukman, perayaan Imlek dan Cap Gomeh diyakini secara beragam oleh umat beragama di Indonesia.

Ada yang meyakini itu bagian dari tradisi perayaan yang sifatnya budaya, ada pula yang meyakini itu bagian dari kepercayaan atau agama.

Oleh seba itu, Menag Lukman berharap umat beragama saling menghormati dan menghargai perbedaan itu.

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk mengedepankan toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Jadi bentuk penghormatan dan penghargaan yang berbeda dengan kita itu sama sekali tidak mereduksi, mengurangi, keimanan kita.

Justru sebaliknya. Karena kita mengimani ajaran agama kita, agama kita mengajarkan agar menghargai dan menghormati keyakinan yang berbeda dengan kita,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, menurut Lukman mengatakan bahwa sebenarnya bentuk penghargaan dan penghormatan seperti itu bukanlah pembenaran tapi justru pengamalam ajaran-ajaran agama kita, karena kita dituntut untuk menghormati dan menghargai kepercayaan orang lain yang berbeda dengan kita.

Sebelumnya, surat seruan soal perayaan Imlek dan Cap Go Meh beredar melalui WhatsApp. Surat seruan bertanggal 23 Januari 2019 tersebut ditujukan kepada pemerintah, pemuka dan tokoh muslim, serta kepada umat Islam.

Dalam seruan itu, pemerintah diminta tidak memfasilitasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh di wilayah Bogor, terutama yang melibatkan umat beragama lainnya. Mereka juga meminta pemerintah Bogor tidak mengarahkan aparat sipil negara (ASN) yang beragama Islam dan masyarakat muslim lainnya untuk ikut menghadiri atau mendukung perayaan tersebut.

Selain itu, kepada pemuka dan tokoh muslim, mereka meminta agar dijelaskan akidah dan keharaman umat Islam menghadiri maupun mendukung acara tersebut melalui khotbah atau ceramah. Sementara itu, kepada umat Islam diimbau agar tidak terlibat dan menghadiri serta mengucapkan selamat Imlek dan Cap Go Meh.

Seharusnya, sebagai bangsa Indonesia yang majemuk, setiap individu harus saling menghormati keyakinan dan perayaan agama umat lain agar tercipta keharmonisan.

Untuk itu, masyarakat diimbau berhenti mengotak-kotakan atau mendiskriminasi kelompok berdasarkan Suku, Agama dan Ras (SARA).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here