Mendagri Ajak Masyarakat Lawan Kampanye Hitam di Pilkada

Mendagri Tjahyo Kumolo Ajak Masyarakat Lawan Kampanye Hitam di Pilkada
180 Pemirsa

Menjelang pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018 mendatang sepertinya akan diwarnai dengan berbagai kampanye hitam. Hal ini tak dapat dipungkiri sebab pertarungan ini selain memilih calon kepala daerah yang mumpuni juga tak lepas dari berbagai kepentingan yang bisa menyeret masyarakat untuk melakukan hal apapun untuk calon yang diusungnya.

Karena itu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo meminta Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) menindak tegas pelaku kampanye hitam.

Ada sejumlah hal yang disoroti Tjahjo dalam hal kampanye hitam, yakni politik uang, kampanye melalui ujaran kebencian, isu SARA serta meningkatnya partisipasi pemilih.

Oleh sebab itu diharapkan agar masyarakat juga tidak terjebak dalam kampanye yang menggunakan ujaran kebencian terlebih yang menyangkut SARA karena hal tersebut berpotensi memecah belah bangsa.

“Tiga hal itu saja yang harus kita perhatikan. Panwaslu harus tegas soal itu. Calon kepala daerah itu dalam berkampanye cukup mengadu program dan gagasan saja,” tegas Tjahjo setelah memperingati acara Hari Nusantara di Pelabuhan Cirebon, Rabu (13/12/17).

Selain itu Tjahjo menambahkan, pemerintah menargetkan partisipasi pemilih dalam Pilkada Serentak 2018 minimal 78 persen.

Menurutnya, Pilkada dikatakan sukses apabila tingkat partisipasi masyarakatnya tinggi dan tahun lalu kata dia tingkat partisipasi sudah 74 persen untuk itu harus ditingkatkan lagi.

“Tahun kemarin sudah 74 persen, dan target KPU serta pemerintah tahun ini minimal 78 persen,” ujarnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here