Mendagri Bantah Tudingan HTI Soal Telegram Larangan Kegiatan

108 Pemirsa

Keputusan Pemerintah membubarkan organisai masyarakat Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) terus mendapat tudingan, bahwa apa yang dilakukan pemerintah membenci ormas berbau agama.

Namun tidak demikian, langkah Pemerintah sejauh ini dalam membubarkan HTI sudah dinilai tepat dikarenakan HTI dinilai berbahaya dan ingin mengusung Khilafah Islamiah.

Upaya ini juga untuk menjaga agar Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap utuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan juga sangat bertentangan dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945.

Sementara, wacana pembubaran HTI oleh Pemerintah ini akan melalui proses hukum dengan Perpu masih dalam kajian. Maka wajar saja gejolak yang timbul atas pembubaaran HTI akan banyak macamnya.

Bahkan beredar pula sebuah telegram yang berisi tentang larangan kegiatan ormas tersesbut.

Juru bicara HTI, Ismail Yusanto menyebut ada telegram yang melarang kegiatan ormasnya. Menurutnya, telegram tersebut menyalahi ketentuan yang ada karena HTI adalah organisasi legal.

“Kita mendapatkan kiriman, yang di dalam poinnya itu dikatakan melarang segala bentuk kegiatan dan aktivitas HTI di segala Republik Indonesia,” katanya saat menggelar jumpa pers di Jakarta Selatan, Selasa (23/5/17).

Menanggapi hal tersebut, Mendagri Tjahjo Kumolo mengatakan pemerintah belum mengeluarkan telegram larangan kegiatan HTI. Saat ini pemerintah sedang membahas upaya pembubaran di Kemenko Polhukam.

“Belum, belum, belum. Lagi dibahas di Polhukam,” ujar Tjahjo di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.

Tjahjo enggan menanggapi lebih jauh apakah pihak yang mengeluarkan telegram adalah Kemenko Polhukam. “Cek dulu, HTI kamu tanya dulu,” ucapnya.

“Ya kami belum. Pemerintah itu satu ya, siapa yang mengeluarkan ya cek saja. Kalau ada, ya dari mana?” tambahnya.

Ia juga mengimbau kepada kepolisian supaya lebih berhati-hati memberi izin kepada ormas yang akan menggelar kegiatan. Jangan sampai ada kegiatan ormas yang bersifat terselubung untuk menggoyahkan NKRI.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here