Menhub Paparkan Infrastruktur Bangkitkan Ekonomi

Menhub Paparkan Infrastruktur Bangkitkan Ekonomi
232 Pemirsa

Di sela-sela kunjungan kerja bertajuk ‘Weekend Bareng Menhub’, di Rest Area 207A, Tol Palikanci, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (29/12/2018), Menteri Perhubungan (Menhub), Budi Karya Sumadi menjawab keraguan terkait fungsi dan manfaat pembangunan infrastruktur jalan tol.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur jalan tol harus berdampak pada menggeliatnya aktivitas ekonomi daerah sekitar dan kemudian mengerek pertumbuhan ekonomi daerah.

Karena itu pembangunan infrastruktur seperti jalan tol tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan konektivitas.

“Kami tidak ingin bahwa sampai konektivitas ada tugas dari Bapak Presiden untuk saya bahwa konektivitas itu harus, tapi yang seperti apa? Yang delivered.

Fungsi jalan tol tidak hanya sekadar menghubungkan Jakarta-Semarang-Solo- Surabaya. Ada arti untuk masyarakat,” ungkapnya.

Beudi menuturkan, bahwa dirinya pernah berbincang dengan pemerintah daerah seperti saat bertemu dengan Wali Kota Cirebon.

Salah satu yang menjadi pembicaraan adalah bagaimana pembangunan infrastruktur itu dapat meningkatkan kunjungan wisata dan kuliner di daerah.

“Di Nganjuk, tadi Bu Dessy (Dirut Jasa Marga) cerita ada sekelompok orang membuat industrial estate, luasnya 100 hektar. Jadi industrial estate tidak perlu di Surabaya, bisa di situ. Kalau ada 100 hektar ada berapa orang yang bisa bekerja di Nganjuk,” papar dia.

“Ada yang bilang jalan tol bangun untuk apa? Makan jalan tol? Kita buktikan bahwa jalan tol memberikan makna bagi masyarakat,” tambah dia.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo pada Kamis 20 Desember 2018 kemarin baru saja meresmikan sebanyak tujuh ruas tol terbaru di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Sementara untuk ruas tol sisa yakni Pasuruan-Banyuwangi sepanjang 217 Km ditargetkan beroperasi pada 2021.

Lebih lanjut, Budi menyampaikan, kehadiran Tol Trans Jawa ini bakal berguna untuk mendistribusikan logistik ke berbagai wilayah di pelosok Jawa yang selama ini kerap terkendala jarak dan waktu tempuh.

“Tol ini kita arahkan untuk logistik. Logistik bermasalah lantaran jarak dan waktu tempuh. Tapi kalau sudah jalan beroperasi (Tol Trans Jawa), akan bagus sekali,” sambungnya.

Tak hanya itu, ia menambahkan, pertumbuhan kawasan industri dan ekonomi baru juga bakal terangkat berkat adanya jalan Tol Trans Jawa yang rencana tersambung sejauh 1.150 km ini. Dengan adanya tol ini diharapkan, industri dan kegiatan ekonomi bisa terdistribusi ke pelosok melalui jalan tol.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here