Menkopolhukam Menyayangkan Pengerahan Massa Kembali pada Aksi Reuni 212

Menkopolhukam Menyayangkan Pengerahan Massa Kembali pada Aksi Reuni 212
33 Pemirsa

Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mempertanyakan rencana reuni alumni 212. Sebab rencana tersebut mengerahkan orang dalam jumlah yang besar dan akan membutuhkan dana besar jika dilakukan di Ibu Kota.

Wiranto mengungkapkan, saat ini yang dibutuhkan adalah situasi dan kondisi keamanan yang stabil. Apalagi dalam waktu dekat, negara akan melaksanakan hajatan Pilkada serentak yang diikuti 171 daerah. Kondisi tersebut membutuhkan ketenangan dari semua pihak.

“Kalau mengerahkan masyarakat lagi, kita sayangkan bahwa akan mengganggu aktivitas masyarakat,” tegasnya di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (29/11/17).

Istilah aksi memakai reuni 212, menurut Wiranto istilah tersebut tidak lazim digunakan. “Sebenarnya hal-hal yang bersifat temporer itu sudah selesai. Beda dengan reuni sekolah, reuni universitas, paguyuban dan sebagainya yang bersifat permanen. Itu saya kira lazim,” katanya.

Ia menilai Aksi 212 yang sebelumnya dilakukan untuk menyongsong Pilkada DKI dianggap sudah selesai.

“Sekarang harus kita tanya dulu 212 diadakan untuk apa? Kalau tidak salah untuk menyongsong Pilgub DKI toh? Ada satu gerakan massa yang menolak dan sebagainya,” ujarnya menegaskan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here