Mensos: Masyarakat harus dapat Penjelasan dari Produsen Pesawat Lion Air

202 Pemirsa

Bidikdata – Insiden jatuhnya pesawat Lion Air Boing JT 610 rute Jakarta – Pangkal Pinang, di Perairan Tanjung Karawang, menjadi perhatian serius pemerintah pusat. Seusai total manifes, pesawat mengangkut 189 penumpang termasuk kru.

Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita cukup heran dengan insiden itu. Sebab pesawat jenis Boeing 737 Max 8 itu masih baru menjelajahi langit.

“Saya memberikan catatan, karena yang saya dengar pesawat Lion Air itu masih relatif baru. Jadi kita perlu mendapatkan penjelasan yang komprehensif,” kata Agus saat memberikan keterangan di sela-sela kunjungan kerjanya di Makassar, Senin kemarin.

Dia menegaskan, sementara ini pemerintah masih menunggu penjelasan lebih rinci dari pihak produsen pesawat.

“Kita tunggu kenapa pesawat tersebut bisa jatuh, kehilangan kontrol, kehilangan kontak, padahal pesawat itu adalah pesawat baru. Kita tunggu informasi dan keterangan-keterangan resmi, termasuk dari pemerintah nanti,” terangnya.

Sebagai respon atas insiden tersebut, ia mengaku telah memerintahkan langsung tim dari Tanggap Bencana (Tagana) Dinsos,  setiap kabupaten. Mereka akan turun langsung membantu tim evakuasi.

“Sudah ada yang kami utus untuk itu. Jadi sementara kami menunggu dulu keterangannya, keterangan resminya seperti apa nanti,” imbuhnya.

Sementara Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko turut berduka atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkalpinang di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin pagi tadi.

“Presiden dan pemerintah menyampaikan duka cita mendalam atas musibah jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di Tanjung Karawang yang membawa 181 penumpang, 2 pilot, dan 6 awak kabin,” ujar Moeldoko melalui keterangan tertulis, Senin (29/2018).

Pemerintah berupaya seoptimal mungkin mendapatkan informasi lengkap tentang musibah jatuhnya pesawat untuk keluarga korban.

“Presiden sudah memberi arahan agar semua pihak bergerak cepat merespon musibah tersebut melalui koordinasi lintas kelembagaan (Basarnas, Kementerian Perhubungan, KNKT, Otoritas Bandara, Rumah Sakit, DVI Kepolisian, Pemerintah Daerah, dan pihak Lion Air) untuk operasionalisasi di lapangan.

“Kita mohon kesabaran dari berbagai pihak untuk mendapatkan hasil yang baik berupa informasi maupun penanganan menyeluruh yang sedang dilakukan oleh Pemerintah,” tambahnya.

Pemerintah juga mengimbau media, media sosial, dan seluruh masyarakat untuk bekerja sama dan berempati terhadap musibah ini.

“Dalam musibah seperti ini, kesetiakawanan sosial penting untuk dikuatkan,” ucapnya.

Sama halnya Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla atau JK mengimbau seluruh maskapai penerbangan selaku operator dan regulator penerbangan memperketat prosedur dan tata kelola dunia penerbangan di Indonesia.

Imbauan ini untuk mencegah terulangnya kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Tanjung Karawang.

“Mudah-mudahan ini memberikan kita semua dorongan agar baik perusahaan juga regulator atau pengawas ini, lebih ketat lagi menjaga sistem (penerbangan) kita,” kata JK di Jakarta, Senin (29/10/2018).

Pemerintah juga terus memantau perkembangan pencarian korban dan juga investigasi kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang dilakukan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Yang pertama, evakuasi, Ini sekarang berlangsung bagaimana menjalankan evakuasi. Kedua, tentu KNKT mengusut apa yang terjadi. Kemudian tentu memberikan langkah-langkah lanjutan setelah itu,” katanya.

Peristiwa jatuhnya pesawat Lion Air di Tanjun Karawang ini banyak pihak-pihak menyebarkan informasi hoax dan tidak bisa dikonfirmasi kebenaranya.

Menangapai hal tersebut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono mengatakan, polisi akan menindak tegas penyebar hoaks tragedi jatuhnya pesawat ini. Sebab, peristiwa ini tak pantas dijadikan bahan lelucon.

“Tentunya kami mengimbau masyarakat agar tidak mendramatisir insiden kecelakaan ini. Mari kita ikut berdoa semoga seluruh korban bisa cepat dievakuasi,” ucap Argo.

“Pada pihak-pihak yang memiliki informasi hoaks sebaiknya tidak menyebarkannya karena bisa dikenakan pasal pidana,” pungkasnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here