Mensos Sebut Prabowo Pakai Asumsi tentang Data Kemiskinan

Mensos Sebut Prabowo Pakai Asumsi tentang Data Kemiskinan
Mensos Sebut Prabowo Pakai Asumsi tentang Data Kemiskinan
275 Pemirsa

Jakarta – Calon Presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto beberapa waktu lalu menyinggung mengenai angka kemiskinan di Indonesia.

Prabowo mengatakan, sekitar 99 persen rakyat Indonesia hidup dalam kategori pas-pasan.

Menanggapi pernyataan ini, Menteri Sosial, Agus Gumiwang mengatakan, pernyataan tersebut merupakan asumsi pribadi yang tidak berdasar.

Menurut data Kementerian Sosial hanya 40 persen rakyat Indonesia hidup dalam kategori ekonomi terbawah.

“Pas-pasan itu kan asumsi dari diri dia sendiri. Yang kami kelola itu kan dengan basis data terpadu itu kan 40 persen dari masyarakat yang hidupnya di bawah atau yang hidupnya 40 persen yang terendah.

Itu datanya ada di kami,” ujarnya di Kantor Sekretariat Negara, Jakarta.

Agus melanjutkan, dengan adanya data sebesar 40 persen, pemerintah kemudian memberikan perhatian melalui program peningkatan penerima manfaat.

Data ini juga menjadi acuan agar bantuan yang diberikan pemerintah tepat sasaran.

“Memang dipatoknya 40 persen. Itu datanya dikelola oleh Kementerian Sosial. Sehingga program dari kementerian-kementerian lain yang membutuhkan data agar penerima manfaat dan program dia bisa tepat sasaran. Nah ini kami yang data,” jelasnya.

Agus yang berafiliasi dengan Kemenko PMK tersebut menambahkan, 40 persen data penduduk ekonomi kategori terbawah juga bukan merupakan masyarakat miskin. Untuk itu, dia meminta Prabowo menunjukkan sumber data atas pernyataan 99 persen rakyat Indonesia hidup dalam kategori pas-pasan.

“Jadi kalau ada yang bilang ada anggapan 99 persen masyarakat Indonesia itu asumsi sendiri. Itu harus ditanyakan, dari mana data itu. Ada survei siapa yang bikin. Yang 40 persen, dia belum tentu miskin,” tandasnya.

Mencoba melihat data ter-update yang disajikan dari situs World Bank. Dari data yang berupa curva itu menunjukkan bahwa rasio jumlah masyarakat miskin pada garis kemiskinan nasional di 2017 adalah 10,6% dari PDB.

Rasio jumlah masyarakat miskin Indonesia menurut data Bank Dunia paling tinggi terjadi saat 1999 yaitu mencapai 23,4% terhadap PDB. Setelah itu cenderung menurun hingga 16% terhadap PDB pada 2005, sehingga pernyataan Prabowo tidak sesuai fakta Bank Dunia.

Bahkan, pernyataan Staf Kepresidenan, Ali Mochtar bahwa Prabowo menggunakan data yang tidak valid karena justru 70 persen masyarakat merasa puas dengan kinerja ekonomi Pemerintah. Data BPJS bahkan mencatat kemiskinan Indonesia pada Maret 2018 sebesar 9,82 persen atau setara 25,95 juta penduduk Indonesia dan menjadi titik terendah persentase kemiskinan sejak tahun 1999.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here