Menteri PUPR Sebut Tarif Tol Trans Jawa Masih Wajar

Menteri PUPR Sebut Tarif Tol Trans Jawa Masih Wajar
88 Pemirsa

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengatakan tarif Tol Trans Jawa yang berlaku saat ini masih terbilang wajar dan tidak semahal yang dikeluhkan beberapa pihak, terutama pengusaha sektor logistik.

Menurut Basuki, tarif ini terbilang wajar yang mencerminkan perhitungan harga pada masa transisi ketika tol sudah selesai dibangun dan beroperasi efektif sesuai dengan masa konsesi.

“Dari segi rasional, saya masih oke untuk harga per kilometer-nya. Ini kan masa transisi, jadi kami tunggu kondisi normal nanti,” ucapnya di lingkungan Istana Kepresidenan, Rabu (13/2).

Saat ini, tarif Tol Trans Jawa tercatat sebesar Rp1.000 per kilometer (km). Ketika masa konsesi selesai, bukan tidak mungkin tarif Tol Trans Jawa akan lebih rendah. Saat ini, masa konsesi tol yang menghubungkan Merak-Banyuwangi itu sekitar 35-40 tahun.

Bahkan, lanjut dia, pemerintah turut memberi potongan harga alias diskon kepada pengguna jalan tol sebesar 15 persen yang diberikan selama dua bulan dari Januari-Maret 2019.

Basuki juga mengatakan tarif tol ini masih wajar karena pembangunan tol ditujukan sebagai alternatif bagi masyarakat yang ingin melintas dari satu titik ke titik lainnya. Artinya, ketika jalan tol sudah ada, bukan berarti semua masyarakat harus menggunakan jalan tersebut.

Sebab, jalan nontol pun sebenarnya masih bisa digunakan, misalnya jalan utama di pesisir Pantai Utara (Pantura).

“Mereka (pengemudi) misalnya bisa keluar lewat Cipali, nanti masuk lagi ke jalan yang lama, baru kemudian misalnya ada tol baru keluar lagi (dari jalan non tol),” jelas dia.

Kendati demikian, Basuki belum bisa memberi sikap pasti terhadap wacana penurunan tarif tol yang pernah direncanakan dengan memanggil seluruh Badan Pengatur Jalan To (BPJT) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

Pasalnya, berbagai opsi penetapan tarif Tol Trans Jawa masih terus dikaji. Salah satunya dengan memperpanjang masa konsesi jalan tol tersebut.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Logistik (ALI) Zaldy Ilham Masita mengeluhkan tarif Tol Trans Jawa karena dianggap terlalu mahal. Sebab, tarif tersebut membuat truk yang membawa barang logistik lebih memilih lewat jalur Pantura ketimbang tol.

“Penghematan waktu tidak bisa menutupi tambahan biaya kalau lewat tol,” Kata Zaldy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here