MPR Akan Gunakan Komik untuk Sebarkan Nilai Pancasila

Anggota MPR RI Daryatmo Mardiyanto : MPR Akan Gunakan Komik untuk Sebarkan Nilai Pancasila
511 Pemirsa

Banyak cara memperkenalkan dan menumbuhkan benih-benih Pancasila kepada masyarakat khususnya generasi muda bangsa. Metode yang digunakannya oun cukup beragam, dari mulai pendekatan humanis, pendidikan, bahkan Pancasila dapat diperkenalkan dengan cara media gambar seperti komik, serta disebarkan melalui media sosial.

Adanya jarak antara pemahaman ideologi beserta nilai-nilai luhur bangsa dan kondisi riil di lapangan perlu dipangkas, agar pemahaman keliru tentang Pancasila yang dibingkai dengan kebhinnekaan tak lagi menjadi pertentangan.

Untuk mencapai hasil maksimal, upaya tersebut harus disesuaikan dengan kondisi dan level serta pola pikir masyarakat sehingga targetnya pun tepat.

Inilah hal penting yang memaksa Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) mewacanakan penggunaan komik, serta berbagai aneka permainan untuk menyebarluaskan nilai-nilai Pancasila kepada seluruh elemen masyarakat Indonesia.

Anggota MPR Daryatmo Mardiyanto menyampaikan pentingnya penerapan empat pilar untuk memperkuat karakter kebangsaan. Memahami setiap sendi-sendi Pancasila, dan UUD 1945 akan memperkokoh kecintaan kepada NKRI.

Adapun cara-cara itu dijelaskan Daryatmo harus dilihat setiap levelnya, semisal untuk anak TK dan SD bisa didekatkan dengan pembuatan buku komik yang memuat pesan tentang Pancasila, UUD 1945, NKRI hingga pemahaman dan penghargaan terhadap kebhinekaan yang menjadi kodrat bangsa Indonesia.

“Untuk generasi milenial kita sampaikan pesan lewat medsos. Prinsipnya harus bottom up tidak top down seperti dulu. Kita arahkan nanti menjadi bagian dari sistem pendidikan nasional,” katanya di Jawa Tengah, Rabu (23/8/17).

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, komunikasi dan koordinasi perlu dilakukan dengan berbagai lembaga horizontal yang ada di Tanah Air.

Dan terkait dengan komunikasi itu sendiri, MPR pun terus berkoordinasi dengan Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) untuk merumuskan formula yang paling tepat terkait hal itu.

Sebab kata dia, demokrasi yang diberi ruang besar harus dibarengi dengan pembangunan ideologi bangsa. Pada prinsipnya, Daryatmo menambahkan bahwa upaya yang dimaksud itu harus dilakukan dari hulu ke hilir.

Sehingga upaya ini diharapkan berperan besar meredam berbagai masalah yang berpotensi memecah belah keutuhan bangsa. Dan tidak akan ada lagi munculnya kelompok ekstrem, fundamentalisme agama, kalangan separatis dan hal-hal lain yang merongrong Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here