MPR Minta Waspadai Upaya Adu Domba Agama dan Negara

Perbedaan Adalah Kekuatan Merajut Kesatuan dan Persatuan Bangsa
Perbedaan Adalah Kekuatan Merajut Kesatuan dan Persatuan Bangsa
228 Pemirsa

Ketua Badan Sosialisasi MPR Ahmad Basarah mengatakan ada upaya pihak-pihak yang mengadu-domba antar anak bangsa lewat politik pecah-belah antara agama dan negara.

Politikus PDI Perjuangan ini menilai, bahwa saat ini tidak relevan mempertentangkan antara agama dengan negara. Hal ini menurut dia harus diwaspadai. Oleh karenanya ia mengimbau kepada kaum muda untuk bisa memetakan dan mengidentifikasi permasalahan dengan jernih.

Sebab politik pecah-belah itu lanjut dia menjelaskan telah disebar lewat cara baru yakni melalui platform digital media sosial.

“Ada upaya adu domba dengan mereproduksi politik memecah-belah dengan cara-cara baru, menggunakan fasilitas telepon genggam, media sosial,” kata Basarah dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (23/3/18).

Ia juga berharap agar kaum muda mampu menghasilkan solusi bagi bangsa, yaitu kembali kepada politik nasional. Selain itu masyarakat juga harus menyadari akan ancaman dari luar yang bisa jadi akan menjajah kembali Indonesia.

“Kesadaran ini harus dilakukan oleh kaum progresif revolusioner, karena tantangan semakin kompleks sehingga pemetaan perlu diidentifikasi dengan jelas. Jawabannya kembali kepada politik nasional dengan ciri gotong royong,” ujarnya.

Menurut Basarah, pentingnya peran mahasiswa dalam mensosialisasikan Empat Pilar MPR. Sebagaimana kata dia hal itu pernah dilakukan oleh Soekarno sebagai seorang nasionalis.

“Tanggung jawab pemuda saat ini adalah membumikan Pancasila sehingga saya harap mereka dapat menyulam dan menjahit merah putih yang sempat tercabik-cabik dengan karakter pandangan transnasional,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here