Muhaimin Iskandar Ngebet Banget Jadi Cawapres Jokowi 2019

187 Pemirsa

Bidikdata – Hasil survei yang dilakukan Pusat Kajian Pembangunan dan Pengelolaan Konflik (Puspek) Fisip Univ. Airlangga yang menunjukan pemilih Islam menyukai Joko Widodo-Muhaimin Iskandar sebagai pasangan calon presiden-wakil presiden adalah tidak mewakili suara Muslim.

Survei tersebut justru membuat posisi Jokowi terpojok dan tidak aman. Karena survei hanya dilakukan dengan 1.200 responden dan hal itu belum dapat merepresentasikan pilihan kaum Muslim kepada Muhaimin Iskandar untuk mendampingi Jokowi.

Hasil survey tersebut justru bisa berbalik memojokkan Jokowi karena membawa nama Islam dan tidak jelas kaum Muslim yang mana yang dimaksud oleh survey tersebut.

Justru hasil survei tersebut telah mengarahan pilihan masyarakat kepada Muhaimin Iskandar sebagai Cawapres, sementara Presiden Jokowi dan parpol pendukung serta pengusung Jokowi sama sekali belum memberikan sinyal siapa yang akan ditunjuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.

Seperti diketahui, Ketum PKB Muhaimin Iskandar sudah lama menunjukkan hasratnya menjadi cawapres di Pilpres 2019. Tak cuma merapat ke Joko Widodo, Cak Imin juga menawarkan diri menjadi cawapres Prabowo Subianto.

Pada Mei 2018 lalu Cak Imin dengan sesumbarnya menyatakan atasnama PKB mengumumkan mendukung Jokowi berpasangan dengan Jokowi.

Hasrat Cak Imin menjadi cawapres Jokowi sudah lama diungkapkan. Dia pun mendirikan posko ‘JOIN’ atau Jokowi-Cak Imin di berbagai wilayah.

Cak Imin terlalu berharap menjadi Cawapres 2019 dengan terus mengindetikkan dirinya dengan Presiden Jokowi padahal PBNU dan PKB memang berafiliasi dengan Pemerintah sehingga tidak ada yang istimewa dengan seorang Muhaimin Iskandar.

Kepemimpinan Jokowi memang telah disukai oleh masyarakat luas dan jika Jokowi terpilih kembali menjadi seorang Presiden di 2019 bukan karena harus berduet dengan Muhaimin Iskandar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here