MUI Akan Gelar Ijtima Ulama, Salah Satunya Bahas Fatwa Politisasi Agama

MUI Akan Gelar Ijtima Ulama, Salah Satunya Bahas Fatwa Politisasi Agama
144 Pemirsa

Politisasi agama akhir-akhir ini telah menyedot perhatian masyarakat Indonesia. Apalagi di tahun politik ini, berbagai isu terkait agama dijadikan alat politik praktis telah menimbulkan keresahan dan berpotensi memecah belah kesatuan bangsa.

Menyoroti dinamika politisasi agama yang berkembang di masyarakat, Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar Ijtima’ Ulama pada 7-10 Mei 2018 di Pondok Pesantren Al-Falah Banjar Baru, Kalimantan Selatan.

Agenda dua tahunan MUI ini rencananya akan dihadiri Presiden Joko Widodo. Tujuannya untuk menghimpun para ulama di Indonesia dalam rangka membahas berbagai masalah keagamaan yang menyangkut masalah-masalah kebangsaan, dilihat dari perspektif agama. Salah satunya adalah fatwa terkait politisasi agama.

“Itu kita akan (bahas) menyangkut soal politisasi agama. Seberapa jauh boleh apa tidak agama dijadikan alat politik. Ini nanti akan menarik. Itu akan menjadi bahan karena ramai sekali. Nanti akan kita keluarkan fatwa MUI,” jelasnya saat jumpa pers di Gedung MUI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

Ketua MUI, KH Ma’ruf Amin mengatakan, pembahasan politisasi agama ini bukan berarti politik harus dipisahkan dari agama. Akan tetapi, berpolitik juga harus disertai dengan nilai agama sehingga para politisi tak menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya.

“Ada politik yang harus didasari oleh agama. Nanti kalau enggak ada agamanya, menghalalkan segala cara. Nanti akan kita posisikan. Tapi juga agama jangan dijadikan alat politik dalam arti sempit,” ujarnya.

Selain politisasi agama, Ma’ruf menyampaikan pihaknya juga akan membahas soal penguatan kerukunan bangsa. Hal ini penting karena MUI melihat ada kelonggaran ikatan persaudaraan (ukhuwah) Islamiyah, ikatan kebangsaan (ukhuwah wathaniyah) dan ikatan kemanusiaan (ukhuwah insaniyah).

“Ini akan kita bahas namanya prinsip-prinsip kesatuan yang namanya pilar kebangsaan Indonesia. Yang menyangkut juga pemberdayaan ekonomi umat, kemudian hubungan agama dan politik, politisasi agama ini ramai dibicarakan orang. Kemudian hak kepemilikan lahan, seharusnya seperti apa distribusi lahan itu, nanti akan kita bahas di sana,” terang dia.

Adapun, acara Ijtima’ ulama ini rencananya akan dihadiri seribu ulama yang merupakan perwakilan MUI daerah. Termasuk juga perwakilan perguruan tinggi, pesantren, ormas-ormas Islam, pengamat, peninjau dari luar negeri seperti Malaysia, Palestina, dan beberapa negara Timur Tengah lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here