MUI Minta Isi Khotbah Salat Id Tak Bernuansa Politik

MUI Minta Isi Khotbah Salat Id Tak Bernuansa Politik
233 Pemirsa

Hari Raya Idul Fitri tahun ini berdekatan dengan tahun politik. Oleh karena itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar khatib salat Id tidak menyampaikan khotbah yang berbau politik praktis.

Selain itu Ketum MUI KH Ma’ruf Amin mengimbau para khatib menyiarkan khotbah yang sejuk.

“Tahun ini dekat dengan tahun politik nasional pilkada, pilpres, pileg, dan kami harapkan perbedaan aspirasi politik jangan sampai penyebab terjadi permusuhan dan kami minta para khatib menjauhi tema khotbah yang bernuansa politik praktis yang bisa menimbulkan perpecahan umat Islam,” ujar Ma’ruf saat jumpa pers di kantornya, Jl Proklamasi, Jakarta Pusat, Selasa (12/6/18).

MUI juga mengimbau khatib menyampaikan khotbah yang bertujuan meningkatkan ketakwaan dan memberikan pesan kepada jemaah untuk mewaspadai bahaya terorisme hingga perbuatan asusila.

“Mengimbau kepada para khatib salat Idul Fitri menyampaikan pesan peningkatan dan ketakwaan, persaudaraan, dan kedamaian kepada para jemaah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya terorisme, narkoba, minuman keras, LGBT, dan segala bentuk perbuatan munkar lainnya,” jelasnya.

Ma’ruf meminta pada saat salat id nanti, umat Islam memanjatkan doa untuk saudara yang terkena musibah, seperti di Palestina dan Rohingya.

Terakhir, Ma’ruf mengingatkan masyarakat tidak menyebarluaskan segala informasi hoax dan bersifat ujaran kebencian.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat, khususnya saat menggunakan media sosial, nanti untuk tidak menyebarkan informasi yang berisi kebohongan atau hoax, gibah (membicarakan orang lain), fitnah, namimah (adu domba), membuka aib, ujaran kebencian, dan hal sejenis lainnya,” kata Ma’ruf.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here