MUI Sebut Perobek Al-Qur’an di Tasikmalaya Berniat Adu Domba Umat

MUI Sebut Perobek Al-Qur’an di Tasikmalaya Berniat Adu Domba Umat
MUI Sebut Perobek Al-Qur’an di Tasikmalaya Berniat Adu Domba Umat
111 Pemirsa

Provinsi Jawa Barat kembali menjadi sorotan Majelis Ulama Indonesia (MUI). Insiden perobekan Al-Quran di Tasikmalaya jika dibiarkan akan menjadi bola panas di masyarakat.

Waketum MUI Zainut Tauhid Sa’adi menilai pelaku perobekan Al-Qur’an di Tasikmalaya punya niat jahat. Apalagi momentumnya berdekatan dengan perayaan hari Natal, sehingga patut diduga ada tangan-tangan jahil yang sengaja ingin menciptakan konflik antarumat beragama di Indonesia.

“Yang pasti pelakunya punya niat jahat apakah karena benci kepada Al Qur’an yang menjadi kitab suci umat Islam atau ada motif lain, seperti ingin memancing kemarahan umat Islam atau ingin mengadu domba dengan umat agama lain,” kata Zainut dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Jumat (20/12/2019).

MUI mengimbau masyarakat seluruh Indonesia tetap tenang menyikapi kasus perobekan Al-Qur’an. MUI juga meminta masyarakat percayakan kasus tersebut kepada Polri.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tetap tenang dan tidak terpancing dalam menyikapi masalah ini. Meminta seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan menyerahkan kasus ini kepada pihak yang berwenang,” ucap Wakil Menteri Agama ini.

Untuk itu Zainut meminta Polri bergerak cepat mengusut tuntas kasus perobekan Al-Qur’an di Tasikmalaya. Sehingga Motif pelaku dapat diketahui secara pasti agar masyarakat tidak berspekulasi.

“Mengusut tuntas kasus ini untuk mengetahui motifnya sehingga masyarakat tidak menduga-duga. Hal itu untuk menghindari terjadinya salah paham di kalangan masyarakat,” ujarnya.

Modus kejahatan seperti ini sudah sering terjadi. Pada bulan Mei 2018, tahun lalu, insiden perobekan Al-Qur’an juga pernah terjadi di jalan Gunawarman, Jakarta Selatan. MUI pun yakin, masyarakat Indonesia tidak mudah percaya dan terprovokasi dengan kejadian tersebut.

Saat ini Polisi telah menangkap Erwin (33), pelaku perobekan kitab suci Al-Qur’an di Tasikmalaya.

Menurut keterangan keluarga, Erwin disebut mengidap gangguan jiwa sejak 2008. Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman sambil menunggu pemeriksaan dokter.

“Belum bisa kita simpulkan. Hasil pemeriksaannya apa, nanti Polres yang akan menyampaikan,” jelas Kapolda Jabar Irjen Rudy Sufahriadi, di Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, Kota Bandung, Kamis (19/12).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here