MUI Sukabumi Dukung Aksi Santri Kecam Fadli Zon

MUI Sukabumi Dukung Aksi Santri Kecam Fadli Zon
MUI Sukabumi Dukung Aksi Santri Kecam Fadli Zon
79 Pemirsa

Ketua I Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Sukabumi, Apep Saefulloh menilai puisi ‘Doa yang Ditukar’ yang dibuat Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon telah menghina ulama besar Kiai Maimoen Zubair.

Apep menyebut tindakan Fadli Zon justru memperkeruh permasalahan jelang Pilpres 2019.

“Ada satu puisi yang dilontarkan oleh Fadli Zon namanya itu, dia sangat menghina ulama,” kata Apep usai melakukan konsolidasi internal jelang Pilpres bersama Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Ma’ruf Kota Sukabumi di Hotel Horizon, Sukabumi, Jawa Barat (8/2).

Apep bahkan mendukung langkah ribuan santri di Kabupaten Kudus yang menggelar aksi damai di depan alun-alun Simpang Tujuh Kudus, Jumat (8/2) untuk mengecam Fadli Zon.

“Jadi saya kira bagus sekali para santri menolak itu puisi yang agak sedikit bagaimana ya, ke ulama kurang begitu hormat. Tidak ada adab,” kata dia.

Puisi doa yang ditukar sebelumnya dikritik oleh sejumlah pihak. Mereka menuding Waketum Gerindra ini telah menyindir Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar, Rembang, Jawa Tengah itu. Namun, Fadli menepis, jika kata ganti ‘Kau’ dalam puisi bukanlah Mbah Moen, melainkan ‘penguasa dan makelar doa’.

Apep lantas menyarankan agar Fadli tak perlu mengucapkan sesuatu yang menyinggung bahkan menyerang seorang ulama besar. Sebab, ia menilai hal itu tak menghasilkan sesuatu yang baik untuk demokrasi di Indonesia.

“Hal-hal yang tidak perlu diucapkan apalagi ini menyerang seorang ulama besar ini tidak akan baik terjadinya demokrasi di Indonesia ini,” kata dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here